Jisung berbicara dengan jaehyun, Jeno dan mark cukup lama. Jisung kecil, chenle kecil bahkan sampai tertidur duluan karena lelah menunggu ketiganya keluar. Alhasil jaemin dan haechan menidurkan dua si kecil kesayangan keluarga Jung itu ke kamar mereka masing masing.
Taeyong sendiri setelah mendengar cerita chenle akhirnya memutuskan untuk menonton TV bersama chenle sembari menunggu keempatnya keluar. Cukup lama memang, bahkan Taeyong dan chenle sama tertidur sembari menonton TV.
Ketika Jisung, Jaehyun, Jeno, dan Mark akhirnya keluar dari ruangan Jaehyun, suasana rumah sudah terasa hening. Mereka menemukan Taeyong dan chenle di ruang tamu.
Di sana, Taeyong terlihat bersandar di sofa dengan posisi yang sedikit tidak nyaman, sementara Chenle tertidur di paha Taeyong. TV masih menyala, menampilkan film yang sudah berganti tak tahu film itu film apa.
"Mommy dan chenle sudah tertidur" Ujar Jeno di angguki yang lainnya.
"Apakah terlalu lama?? " Jisung menatap jam dinding.
Ternyata sudah jam dua belas malam. Pantas saja mansion terasa hening dan semua sudah tertidur.
"Jie akan membangun chenle" Ucap jisung di tolak oleh mark.
"Jangan dibangunkan, biar aku saja yang menggendong nya" Tolak mark hanya di angguki jisung saja.
Mark kemudian memandang chenle sebentar, bibirnya membentuk senyuman yang tipis namun penuh makna. Dengan penuh kelembutan mark mulai menggendong chenle yang agak terganggu tapi setelah menghirup wangi tubuh mark yang khas, chenle kembali tenang. Dia tertidur kembali.
Setelah chenle digendong dan dibawa oleh mark menuju kamar sementaranya. Jaehyun sendiri mulai menggendong Taeyong bak koala namun sayangnya gendongan itu berhasil membangunkan Taeyong.
"Eunghh, kalian sudah selesai?? " Dengan suara serak Taeyong bertanya. Matanya masih mengantuk sehingga tak bisa terbuka sepenuhnya.
"Sstt, tidur lah kembali" Ucap lembut jaehyun sembari berjalan membawa Taeyong yang mengangguk pelan menidurkan kepalanya di bahu jaehyun.
Setelah keempatnya pergi, sekarang yang tertinggal disana hanyalah jisung dan Jeno.
"Kau ingin tidur sekarang?? " Tanya Jeno pada anaknya yang berada dari dunia lain.
Jisung menggelengkan kepalanya, "jie tidak bisa tidur, ayah" Tadi jisung sudah tidur membuat matanya masih segar, Jadi rasa kantuk belum terasa.
"Kalau begitu temani ayah mengobrol di taman belakang mansion" Kata Jeno merangkul sang anak yang ternyata sudah jauh lebih tinggi darinya.
Jisung tak dapat membendung senyuman nya, dirinya mengangguk mengiyakan permintaan sang ayah.
Ini adalah kesempatan pertama jisung mengobrol dengan ayahnya setelah dua puluh tiga tahun lamanya tidak pernah sama sekali mengobrol dengan ayahnya.
Keduanya lalu berjalan ke taman belakang mansion dengan sesekali candaan yang mereka keluarkan memecahkan keheningan malam yang ada.
ʕ´•ᴥ•'ʔ
Matahari perlahan merangkak naik di balik cakrawala, menyinari embun yang masih menempel di dedaunan. Udara segar pagi mengalir lembut, membawa aroma bunga yang baru mekar. Burung-burung bernyanyi riang, mengisi keheningan dengan melodi alam. Cahaya keemasan menerpa rumah rumah dan gedung gedung yang menjulang tinggi.
Orang orang yang kembali memulai aktivitas nya, tak terkecuali anggota keluarga Jung. Mereka tengah sibuk berkutat dengan kegiatannya masing masing.
"Mommy, daddy, bunaa, ayahh, glenpaa, bubuu. Lele dan jie berangkat duluuu" Pekik si kecil Chenle dengan suara khasnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
rise again
Teen Fictiongo to the past season 2??? Yess. Cerita ini tentang jisung bersama Chenle yang berusaha membangkitkan nama keluarga jung kembali.