“Selamat malam kepada para tamu terhormat,” ucap MC perempuan dengan senyuman hangat. Suaranya menggema di ruangan megah itu. “Malam ini adalah momen yang telah kita tunggu-tunggu sepanjang tahun. Sebuah malam istimewa di mana kita merayakan pencapaian luar biasa dan menentukan siapa yang akan dinobatkan sebagai raja bisnis baru.”
“Benar sekali,” sambung MC laki-laki dengan nada antusias. “Malam ini, kita memiliki tamu spesial yang berhasil menunjukkan keberanian dan inovasi luar biasa. Mereka telah melebarkan sayap dan terbang tinggi, tanpa takut jatuh atau menyerah pada persaingan.”
MC perempuan mengangguk, menambahkan dengan senyum penuh arti, “Namun, tidak hanya tamu spesial itu. Malam ini juga dihadiri oleh sosok-sosok luar biasa lainnya. mereka yang telah terbang tinggi selama bertahun-tahun, mempertahankan posisi mereka yang sudah berada di puncak.”
“Dan tanpa menunggu lebih lama lagi,” lanjut MC laki-laki, “mari kita mulai acara malam ini dengan sambutan dari salah satu tamu kehormatan kita. Beliau adalah seorang tokoh yang telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia bisnis.”
"Kepada nyonya Karina, CEO dari Monarcis Company kami persilakan"
Sorotan lampu panggung perlahan berpindah, mengarahkan fokus ke seorang wanita paruh baya yang duduk di barisan depan. Tepuk tangan memenuhi ruangan saat wanita itu bangkit berdiri dan berjalan menuju podium.
“Selamat malam,” ucap wanita itu dengan suara tenang namun penuh wibawa dan keanggunan. “Malam ini adalah malam yang istimewa, bukan hanya untuk mereka yang menerima penghargaan, tetapi juga bagi kita semua yang terus berjuang dalam dunia yang penuh tantangan ini. Dunia bisnis tidak hanya tentang persaingan, tapi juga tentang inovasi, keberanian, dan kerja keras.”
Chenle yang duduk di meja VVIP mendengarkan dengan seksama, namun sesekali melirik ke arah Jisung. Ia bisa merasakan kegugupan yang mulai merayap di dalam dirinya.
Jisung sendiri menatap wanita paruh baya yang berdialog diatas panggung dengan tatapan benci.
Wanita itu. Wanita yang menghancurkan keluarga nya.
"Tenang, jie" Lirih chenle mengelus tangan jisung dibawah meja.
Jisung mengangguk pelan namun matanya masih tak mampu untuk mengalihkan pandangan pada wanita itu.
Sambutan singkat itu diakhiri dengan tepuk tangan meriah. Wanita paruh baya tersebut kembali ke tempat duduknya, dan MC perempuan melanjutkan acara.
“Dan sekarang, kita akan masuk ke sesi yang paling dinantikan,” katanya dengan antusias. “Pengumuman pemenang kategori Rising Business Leader of the Year. Kategori ini diberikan kepada individu atau tim yang berhasil menciptakan gebrakan besar dalam waktu singkat.”
Chenle merasakan telapak tangannya mulai berkeringat. Ia mencoba mengatur napas saat MC laki-laki melanjutkan.
“Dan nominasinya adalah…”
Layar besar di belakang panggung menampilkan nama-nama perusahaan yang masuk nominasi. Nama J Company muncul di antara daftar tersebut, membuat beberapa tamu undangan saling berbisik.
“Dan pemenangnya adalah…” MC perempuan berhenti sejenak, menciptakan ketegangan di ruangan. Sebuah amplop berwarna emas diserahkan kepadanya. Ia membukanya perlahan, lalu tersenyum.
“J Company!”
Ruangan dipenuhi dengan suara tepuk tangan dan sorak-sorai. Chenle membeku di tempatnya, tidak percaya. Jisung, yang duduk di sampingnya, menepuk pundaknya ringan.
“Ayo” kata Jisung dengan nada tenang, tapi sorot matanya penuh keyakinan.
Chenle menatap Jisung sejenak, mencari kekuatan di balik sorot matanya yang tegas. Dengan napas panjang, ia mengangguk. Keduanya melangkah ke panggung dengan perlahan namun penuh percaya diri, diiringi tepuk tangan yang membahana di ruangan megah itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
rise again
Teen Fictiongo to the past season 2??? Yess. Cerita ini tentang jisung bersama Chenle yang berusaha membangkitkan nama keluarga jung kembali.