Konflik memanas

67 2 0
                                        

"Ah sudahlah, nanti saja." Ucap Alex dalam benak hatinya mengurungkan niatnya untuk pulang.

"Silahkan dimakan!" Ajak nenek.

Skip kejadian ketika makan>>

Tiba-tiba terjadi penyerangan tidak terduga, sebuah anak panah memecahkan kaca jendela lalu menusuk lengan nenek, yang dimana terdapat racun cukup mematikan disana. Perlahan wajah nenek pun memucat dan lengannya membiru.

"Aghh!" Rintih nenek kesakitan.

Alex berusaha menenangkan Laura agar tidak gegabah dalam melaksanakan suatu tindakan, namun tujuannya itu gagal dan justru membuat Laura semakin kesal.

"Gimana ga panik, ini nenek keracunan!" Ucap Laura dengan nada kesalnya dan sorot matanya yang tajam.

Alex pun mengelus elus kepala Laura agar menenangkan emosinya, tetapi emosi Laura masih belum padam dan Laura justru mengira penyerangan itu direncanakan oleh Alex untuk menyerang teman masa kecilnya, akan tetapi serangan itu justru mengenai nenek Laura.

"Jangan jangan, ini ulahmu" Cetus Laura.

"Aku?" Tuding Alex terhadap dirinya sendiri.

"Iya kamu!" Ucap Laura.

"Sudahlah Laura, biar ku obat kan saja." Ucap kenzo yang berusaha menenangkan suasana.

Alex tidak bisa berhenti tertawa dengan tingkah laku Laura yang bersikeras menuding dirinya sebagai pelaku, namun Alex tidak menjelaskan apapun sehingga Laura semakin curiga kepadanya, tanpa berpikir panjang ia mengusir Alex dari rumah nenek dan melarang keras untuk bertemu dengan dirinya lagi.

"Keluar kamu dari sini dan jangan temui Laura lagi! " Ucap Laura sembari menangis.

Alex tak menyangka hal ini terjadi, ia hanya bisa pasrah lalu pergi keluar dari rumah dan meminta bantuan kepada Leon untuk segera menyelidiki kasus ini.

Sesampainya di istana Alex hanya termenung diruangan pribadinya, disisi lain Kenzo berusaha mengobati nenek dengan ilmu pengobatan tradisional yang di pelajari nya selama kuliah, Kenzo berharap metode pengobatannya itu berhasil dan dapat memulihkan tubuh nenek.

"Gimana?" Tanya Laura terhadap Kenzo dengan nada bicara panik.

"Racun yang ada di tubuh nenek adalah racun langka" Jelas Kenzo.

"Apa?! Tapi nenek masih bisa sembuh kan?" Ucap Laura dengan nada bicara terkejut.

"Hmm, ditempat ini ada mawar hitam?" Tanya Kenzo.

Laura pun menjawabnya "Ada, cuma Laura lupa."

Suasana seketika terasa canggung, nenek masih terbaring lemah dan Laura semakin khawatir dengan kondisi nenek yang semakin memburuk. Hari sudah larut namun Leon masih menyelidiki kasus tersebut hingga akhirnya menemukan satu barang bukti yaitu anak panah yang sama tertinggal di bawah pohon besar, selain itu Leon merasakan suatu hal yang janggal pada sekitar rumah tersebut seolah-olah sudah diselimuti kekuatan jahat.

Leon pun bergegas menuju Mansion, sesampainya di mansion Leon memberikan barang bukti kepada tuannya lalu menceritakan apa yang dialaminya selama penyelidikan.

Di Rumah nenek Laura masih terjaga dan tidak bisa tertidur karena masih mengkhawatirkan neneknya, ia menggenggam tangan neneknya sambil berkata.

"Nek.. Nenek yang kuat ya, Laura yakin nenek pasti secepatnya akan sembuh" Rintih Laura sembari menangis.

Air mata Laura mengalir dengan deras, Kenzo yang mendengar suara tangisannya itu hanya bisa memantau Laura dari kejauhan saja.

"Andai Cinta mu itu tertuju padaku Laura.." Keluh kenzo dalam benak hatinya.

Kenzo perlahan menutup matanya lalu tertidur, kini hanya Laura saja yang masih terbangun. Laura seketika memikirkan mengenai mawar hitam yang dibahas oleh Kenzo, ia pun mengingatnya bahwa dirinya pernah melihat mawar hitam tersebut disekitar halaman istana milik Alex.

"Yahh sayang sekali, bunga mawarnya ada disekitar tempat itu." Ucap Laura.

"Apa benar ya, Alex ngelakuin hal sekonyol itu?" Ucap Laura sembari berfikir.

HANTU GANTENGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang