Ketika Laura menyebutkan nama Alex pada keluhannya itu, batin Alex merasa terpanggil dan kekuatan teleportasi nya itu aktif secara tiba-tiba sehingga membawanya berada di sekitar Laura.
"Lohh.." Cetus Alex sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal itu.
Dengan isengnya Alex pun mengendap endap dari jendela untuk mengintip Laura, terlihat Laura yang sedang melamun sambil menggenggam pergelangan tangan neneknya sembari menangis, Alex geram melihat wanitanya itu menangis. Ia ingin sekali menemaninya karena sudah tidak tahan lagi, tanpa berfikir panjang Ia langsung menembus dinding rumah, lalu duduk tepat dibelakang tubuh Laura. Karena Laura terlalu larut dalam kesedihannya sampai sampai kedatangan Alex pun Ia tidak mengetahui nya, tubuh Laura perlahan sempoyongan dan terjatuh dipangkuan Alex.
"Akhirnya tidur juga, mimpi indah sayangku." Keluh Alex dengan nada bicara yang pelan sembari mengelus elus rambut Laura.
"Hmm, baiklah biar aku saja yang mengobati nenek." Ucap Alex dengan rasa penuh semangat.
Setelah lamanya proses pengobatan akhirnya memperoleh hasil juga, dengan munculnya tanda tanda seperti pergerakan pada area pergelangan tangan nenek yang menandakan bahwa dirinya mulai membaik, selain itu secara perlahan wajah membirunya itu mulai memudar. Akan tetapi hasil tersebut tidak mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, justru kekuatan Alex malah berbalik kepada dirinya sendiri yang dimana ada dorongan kuat sehingga kini kekuatannya itu telah tercampur oleh kekuatan negatif dan menyerang Alex hingga mulutnya mengeluarkan banyak darah.
"Hoek!!" Suara Alex ketika muntah darah.
Laura yang tertidur pun terkejut karena mendengar suara tersebut, perlahan dirinya membuka mata dan dalam samar samar melihat Alex, diarea mulutnya itu bercucuran banyak darah.
"Lho sejak kapan kamu disini? Kok mulutmu tiba-tiba ngeluarin darah sebanyak itu." Tanya Laura dengan ekspresi terkejut.
Secara spontan Laura mengelap area tersebut yang terdapat banyak bercak darah disana, ketika melihat reaksi Laura seperti itu Alex tersenyum tipis karena dia merasa bahwa Laura masih peduli dengannya.
"Ehem! gapapa kok.." Dehem Alex.
"Gapapa gimana, ini darah lhoo!" Cetus Laura.
"Pfft, cieee khawatir yaa" Ejek Alex cekikikan.
"Ih apaan sih, siapa juga yang khawatir." Gumam Laura dengan nada tidak terima.
"Omong omong ngapain kesini? Kan Laura udah ngelarang, kok dateng kesini lagi!" Ucapnya kembali.
"Entahlah akupun tak tau, tiba-tiba aja muncul disini, mungkin ada yang menyebut namaku tapi entah siapa." Jelas Alex.
"Wtf, apa jangan jangan ini ulahku." Gumam Laura dalam benak hatinya
"Pfft, pasti ini ulahmu yaa sayang.." Gumam Alex.
"Cihh aneh, mana mungkin bisa begitu."Celetuk Laura yang seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh Alex.
Alex pun mengalah dan memilih untuk kembali menuju mansion nya itu"Ah sudahlah ngapain dibahas."
"Eh tunggu dulu!" Ucap Laura.
"Yaaa.." Balas Alex sembari menoleh kebelakang.
"Umm mau nanya, di tempat mu itu apa masih ada mawar hitam disana?" Tanya Laura malu malu.
"Ya, kenapa?" Tanyanya balik.
"Laura mau bunga itu.." Ucapnya memohon.
"Untuk apa?" Balas Alex secara singkat.
"Buat pengobatan nenek, Laura pengen nenek cepet sembuh." Keluh Laura.
"Tapi untuk sembuh kemungkinan nya sangat kecil, karena ditubuh nenek itu bukan hanya terkena racun." Jelas Alex.
"Maksudnya?" Tanya Laura serius.
"Ga ada gunanya juga ngejelasin, yang ada kamu lebih percaya sama teman masa kecilmu itu" Ucapnya yang seolah-olah mengelak pertanyaan dari Laura.
"Ma-maaf.., Laura janji akan percaya lagi." Ucap Laura sembari memohon permintaan maaf.
Karena tidak tega melihat Laura memohon seperti itu, Alex pun mengelus elus kepala sembari tersenyum.
"Baiklah, besok boleh diambil tapi harus Laura sendiri yang mengambil" Balasnya.
Keesokan harinya, Laura sangat bersemangat untuk pergi mengambil bunga tersebut, semalam Leon diperintahkan oleh Alex untuk mengawasi Laura selama perjalanan menuju Mansion. Kini Leon mengawasinya dari kejauhan agar tidak ketahuan, selama perjalanan Leon memberikan beberapa petunjuk seperti panah jalan agar memudahkan Laura menuju Mansion.
"Jujurly, malas bangettt.." Keluh Leon.
Setelah lamanya perjalanan, akhirnya tiba juga di Mansion Alex, tanpa memanggil siapapun gerbang Mansion secara otomatis terbuka dengan sendirinya, sontak Laura terkejut dengan hal itu.
"Woahhh!!" Ucap Laura dengan matanya yang berbinar binar.
Alex yang memantaunya dari bola ajaib, tertawa melihat ekspresi Laura. Laura pun memanggil seseorang untuk meminta bantuan, apakah dirinya sudah diizinkan masuk atau belum.
"Halo, apakah ada orang? Bolehkah saya masuk?" Tanyanya.
"Yaa.." Balas dari sosok misterius.
"Kamu siapa ya? Sebelumnya waktu saya disini, saya tidak pernah melihat mu." Tanya Laura.
Namun ternyata sosok misterius itu adalah Alex yang sedang menyamar.
"Salam kenal, saya asisten barunya tuan Alex." Jelasnya sembari membungkukkan badan seperti memberikan rasa hormat terhadap Laura.
"Eh tidak perlu begitu.." Ucap Laura.
"Ada perlu apa dengan tuan? Apakah sebelumnya sudah ada janji?" Tanyanya.
"Iya, sayang kesini untuk mengambil mawar hitam, apakah kamu tau ada dimana mawar nya?" Tanya Laura.
"Ya, untuk apa? Apakah sudah diizinkan oleh tuan?" Tanyanya sembari mendekati Laura dan menatapnya dengan tatapan tajam.
"Sudah, tapi tolong jangan tatap saya seperti itu." Ucap Laura sembari menutupi wajahnya karena ketakutan.
"Takut kah? Jangan takut, saya ga gigit kok." Balasannya.
"Emm.." Ucap Laura ragu.
"Baiklah akan saya arahkan, mawar itu ada di dekat air mancur, ayok ikuti saya!" Ajaknya sembari menggenggam tangan Laura.
Disisi Lain, Kenzo kebingungan karena tiba-tiba Laura sudah tidak ada dirumah. Ia pun teringat bahwa dirinya itu menyuruhnya untuk mencari mawar hitam itu.
"Hmmm, kayaknya Laura lagi cari bunganya deh, sambil menunggu lebih baik bersih bersih dulu sekalian nyiram sayuran dikebun." Ucapnya.
"Nek, Kenzo tinggal dulu ya, ntar Kenzo balik lagi." Bisik Kenzo ke telinga nenek.
KAMU SEDANG MEMBACA
HANTU GANTENG
RomanceDi dalam hutan terdapat satu kerajaan megah, kerajaan itu dihuni oleh makhluk tak kasat mata dan hanya orang tertentu saja yang dapat melihatnya, kini kerajaan itu dipimpin oleh raja yang terkenal dengan parasnya tampan dan tubuh nya yang gagah, ia...
