351

1.9K 97 0
                                        

Rava membuka pintu apartemen secara perlahan, saat ia masuk terlihat ruangan masih temaram yang menandakan jika penghuninya mungkin masih terlelap tidur. Jam memang masih menunjukan pukul 05.46 belum terlalu siang untuk melakukan kegiatan. Namun Rava sudah berkegiatan dijam ini, lebih tepatnya memang dia belum berhenti berkegiatan dari kemarin dan belum sempat memejamkan matanya.

Rava melangkah mendekat ke sofa, lalu ia terloonjak kaget saat melihat seseorang yang berbaring disana, ternyata itu adalah Sabila.
Wanita itu terlihat tidur dengan keadaan tidak nyaman, dahinya mengkerut serta keringat membasahi pelipisnya padahal suhu Ac sudah lumayan dingin tapi mengapa wanita itu malah berkeringat?

Rava ikut duduk diujung sofa, mengelus pelan kaki Sabila yang tak tertutup apapun. Lalu setelahnya ia bangun berjalan kearah kamar, ia kembali terlonjak kaget saat melihat seseorang lainnya tidur diatas ranjang. Ia tolehkan lagi kepalanya kearah sofa, memastikan jika wanita yang tertidur disofa tadi benar manusia. Lalu bergantian kembali menoleh kearah ranjang, jelas mereka manusia karena dua-duanya ada dalam posisi menempel pada tempat mereka tidur.
Bukannya kalau makhluk halus katanya tidak menapak kan?

Ia langkahkan kakinya untuk mendekat kearah ranjang, memutarinya agar ia bisa melihat siapa sosok yang tidur disana, sedangkan wanitanya tadi tertidur diluar. Saat sudah melihat wajahnya Rava menghembuskan nafasnya lega, ternyata itu Gazala, adiknya.

Rava membenarkan letak selimut yang dipakaioleh Gazala, menutupi tubuh adiknya itu sampai bagian bahu. Lalu ia sempatkan mengusap suram hitam adiknya dan memberi kecupan singkat disamping kepala Gazala.
"Maaf ya za kalau abang belum bisa ngasih yang terbaik buat kamu, makasih udha nemenin Ela" gumamnya.

Lalu Rava beralih melangkah kearah lemari, mengambil selimut lain dan ia bawa keluar untuk menutupi tubuh wanitanya kali ini. Ia letakkan selimut itu secara perlahan, menutupi tubuh Sabila dari bahu sampai kaki.

Melakukan hal yang sama pada Sabila, ia usap mahkota wanitanya lalu mengecup lama dahi Sabila.
"El maafin aku, maaf udah buat kamu khawatir dan tidur gak nyaman" gumamnya lagi.

Rava duduk dikarpet tepat didepan Sabila tidur dan membelakangi wanitanya. Ia memejamkan matanya, mengusak rambutnya beberapa kali.
Tubuhnya terasa sangat lelah, matanya berat, kepalanya terasa pening.

Tangannya bergerak mengambil ponsel yang sedari malam tak ia pegang sama sekali, ternyata ponselnya padam. Ia maju sedikit mendekat kearah samping meja karena disana terdapat stop kontak dan charger sepertinya selesai dipakai oleh Sabila dan belum dirapihkan kembali.

Sembari menunggu ponselnya menyala Rava kembali menyenderkan tubuhnya didepan Sabila, meregangkan tubuhnya yang terasa kaku karena seharian full berkegiatan. Notifikasi dar ponselnya yang terus berbunyi membuat lelaki itu kembali mendekat dan mengambil ponselnya lagi yang masih dicharger.

Puliuhan panggilan tak terjawab dan pesan memenuhi ponselnya, dan yang paling banyak adalah elfon dan pesan dari wanitanya, Sabila. Ia memalingkan kepalanya memandang wajah Sabila yang masih terpejam.

Lalu notifikasi dari Bang Denis dibagian atas yang membuatnya lebih dulu membuka itu karena baru dikirimkan 30 menit yang lalu.

"Anjing" umpatnya tanpa sadar saat membuka pesan dari managernya itu. Bang Denis mengirimkan sebuah screenshoot postingan dari salah satu rekan artis Rava yang malam tadi memang berkunjung kebengkel dimana saat Rava dan team bandnya sedang berkumpul.
Syarilla Gabriela seorang penyanyi wanita yang kini namanya sedang hangat diperbincangkan karena selain mempunyai suara yang indah, parasnya yang menawan juga menjadi daya tarik sendiri. Gadis 22 tahun itu baru saja merilis lagu yang berjudul "Mengheningkan Cinta" yang sudah 188.000 kali dintonton dari awal perlisan.

Rava sudah cukup mengenal Syarilla karena memang wanita itu berada dibawah naungan Hartawan Entertaiment milik ayahnya. Dan semalam saat manager Syarilla menelfon Bang Denis bilang akan berkunjung malam itu karena siang tadi tidak bisa memenuhi undangan karena Syarilla sedang ada job maka Rava tak bisa menolak.

OsadhaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang