The Langham, Senayan South Jakarta City Indonesia menjadi pilihan Sabila dan Rava untuk melangsungkan pernikahan kedua yang sah dimata agama dan negara.
Pagi ini Rava sudah rapih dengan kemeja putih yang dibalut jas hitam serta celana dan sepatu yang senada.
Rava menarik nafasnya berulang-berulang, padahal ini bukan kali pertamanya tapi rasanya justri ia lebih gugup dari kali pertama karena mungkin kali ini ia akan mengucapkan ijab qabul didepan orang tua Sabila dan banyak orang lainnya.
Tidak seperti ijab qabul yang ia lakukan pertama kali dengan Sabila yang hanya disaksikan oleh beberapa orang saja.
Rava memejamkan matanya, menyenderkan tubuhnya kepunggung sofa tempat ia duduk.
Ia kini sedang berada disalah satu kamar yang memang disiapkan untuknya, ia seorang diri karena setelah beberapa orang tadi membantunya bersiap-siap ia meminta waktu untuk sendiri lebih dulu sebelum melakukan ijab qabul.
Suara pintu terbuka menganggu ketenangan Rava, ia enggan membuka matanya karena ia tahu siapa yang masuk keruangannya. Tidak ada yang memiliki akses masuk kekamarnya selain dirinya kecuali adiknya, Gazala.
Gazala melangkah masuk, ia pun sudah siap dengan kebaya warna nudenya yang dibalut dengan hiasan sempurna yang membuat Gazala makin mempesona siapapun yang melihatnya.
"Abang" panggil Gazala, sambil memperhatikan Rava yang masih setia memejamkan matanya.
Gazala menarik nafas dalam-dalam, ia ikut duduk dipinggir ranjang yang tak jauh dari sofa tempat Rava duduk. Gadis itu memandang kearah kaca besar yang menampilkan pemandangan kota Jakarta pagi ini.
"Akhirnya abang ada dimomen ini, dimomen yang udah lama abang nantikan, dimomen yang udah lama abang impikan bareng kak Sabil" monolog Gazala.
"Bang aku gak tau apa yang ada dihati abang sekarang, tapi aku yakin dbalik rasa bahagia abang kali ini masih ada beban berat yang abang pikul masih ada cerita sakit yang gak bisa abang ungkapin pake kata-kata. Tapi yang abang harus tau Gaza disini ada untuk abang, abang gak sendiri, abang masih punya aku sebagai keluarga abang dan akan selalu begitu. Gaza gak akan kemana-mana, aku akan selalu ada dipihak abang selagi apa yang abang lakuin itu bener, selagi apa yang abang lakuin itu tidak menyalahi norma lagi aku janji akan selalu ada buat abang. Dan aku sangat berharap abang juga gitu ya ke aku" Gaza menarik nafasnya lagi, mengadahkan kepalanya menatap langit-langit kamar untuk menghalau air matanya yang siap turun.
"Aku berharap setelah abang menikah dan melanjutkan hidup yang lebih baik lagi sama kak Sabila abang akan tetap selalu memilih untuk jadi kakak serta orangtua untuk aku. Aku masih sangat membutuhkan abang, aku masih sangat butuh kasih sayang yang mungkin gak akan aku dapatkan lagi dari mama dan papa. Aku gak tau kehidupan kita kedepannya gimana, tapi aku selalu berharap yang terbaik untuk keluarga kita meski hanya 0.01% kemungkinannya. Munafik kalau aku bilang aku gak kangen sama mama papa, tapi rasanya aku lebih baik mati sebagai anak yang gak dianggep daripada aku harus hidup ditengah-tengah keluarga yang selalu memperalat anak-anaknya hanya untuk kepuasan duniawi orang tuanya"
Runtuh, Gazala sudah tak bisa menghalau air matanya lagi kini gadis itu sudah menundukan kepalanya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menumpahkan semua gejolak perasaannya dengan tangisan.
Rava yang sudah memfokuskan pandangannya pada Gazala sedari gadis itu mulai bermonolog kini bangun dari duduknya, melangkah mendekat kearah sang adik. Melepas jas yang sudah bertengger ditubuhnya dan berdiri tegak didepan Gazala dan membawa gadis kecilnya itu masuk kedalam dekap hangat sang kakak.
Tangis Gazala makin kuat, tubuhnya makin bergetar, ia eratkan lagi tangannya yang melingkar pada pinggang sang kakak, menyembunyikan wajahnya dikemeja putih Rava.
Cukup lama Gazala berada dalam dekap hangat sang kakak, hingga saat Rava merasakan nafas Gazala yang mulai teratur ia membawa tangannya untuk menangkup sisi wajah adiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Osadha
Genç KurguCerita fullnya ada di X https://x.com/callmebunaa/status/1842167760048292074?t=n7aaRh_7tZOzDMPjJrT4sg&s=19
