Enjoy~
"Harus banget kah bicaranya pake nyorok gini?"
Blaze menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, tapi tetap saja ia merasa risih. Mereka membawa dirinya jauh dari kedai, matanya tak bisa lepas dari adik-adiknya yang kini juga terlihat tampak cemas.
"Jadi?" Tanyanya sekali lagi dengan jengkel, menyilangkan tangannya. "Ada apa ini sebenarnya? Misi lagi kah?"
"Ya, begitulah." Ying menjawab, "Tapi kali ini-"
"Kok tiba-tiba banget sih!?" Potong Blaze kesal. "Kami juga masih lelah karena baru pulang misi kemarin, kenapa sekarang udah ada misi lagi!?"
"Blaze, kumohon dengarkanlah kami dulu." Bujuk Yaya dengan lembut. Blaze mendengus, tapi kali ini, ia menahan diri untuk tidak melampiaskan amarahnya.
Fang lalu maju ke depan, ekspresinya serius. "Ini adalah perintah darurat, langsung dari Atasan." Ucapnya dengan tegas. "Maaf, Blaze. Tapi kau tidak bisa menolak misi ini."
Jujur, Blaze terkejut. Ia mengerutkan dahinya, mencoba menyembunyikan perasaan gugupnya. Ia lalu menarik napas dalam, menjaga raut wajahnya tetap datar. "Apa lagi kali ini?"
Fang tidak berkata apa-apa. Ia langsung mengirimkan pesan itu ke jam kuasa Blaze.
Blaze awalnya menatap layar jam kuasa miliknya dengan malas. Tapi begitu ia membaca isinya, ekspresinya langsung berubah. Matanya membelalak, pupilnya mengecil. Rahangnya mengeras, giginya terkatup rapat.
Ia menekan tombol dengan kasar, mematikan pesan itu.
"Apa-apaan ini!?"
~•~•~
"Kak Blaze!!" // "Kakak!!"
Suara Thorn dan Solar segera menyambut kedatangan Blaze kembali ke Kedai.
"Hm? Kenapa? Kangen? Perasaan gw nggak pergi jauh-jauh amat?" Goda Blaze, menepuk-nepuk kepala dua adik kembarnya. Melihat wajah adik adiknya memang membuat suasana hati Blaze kembali menghangat.
Blaze pun mengambil tempat duduk di salah satu kursi counter, berencana untuk langsung melanjutkan pekerjaannya. Tapi Ice sudah lebih dulu menghampirinya, wajahnya cemas.
"Kak, tadi... sebenarnya kalian ngomongin apa?"
Blaze menoleh pelan. Sejenak, ia hanya diam. Lalu kemudian menampilkan senyum ceria yang biasa ia tunjukkan. "Yah... Biasa aja, cuman ada beberapa masalah di markas~ Males banget njirr.... Mana gak bisa ditolak lagi!" ujarnya, berusaha memberi kesan ringan.
Ice mengerutkan dahinya, "Masalah? Emangnya apa yang terjadi—"
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Brother Blaze
FanfictionKakak dimana? Ini udah 4 tahun... Aku masih tetap tepatin janji aku loh, kak. Tiap hari aku berusaha keras untuk menjaga mereka seperti yang kakak minta. Semoga kakak juga tidak mengingkari janji kakak, ya. . . Big Brother Blaze Third story 🖋✨ Co...
