Enjoy~
"Kak? Mau kemana?"
Blaze, 13 tahun, berdiri di depan pintu kamar ketiga kakak kembarnya, melihat mereka sedang berkemas.
"....Blaze?"
~•~•~
Ketujuh Boboiboy bersaudara pindah ke Pulau Rintis untuk tinggal bersama Atok mereka.
Keputusan ini diambil karena orang tua mereka selalu sibuk dengan pekerjaan dan tidak punya waktu untuk menjaga mereka bertujuh di rumah.
Mereka hanyalah anak-anak biasa dengan kehidupan yang normal. Sampai suatu hari, Halilintar, sang anak sulung, dimintai tolong menjaga kedai oleh kakek mereka, Tok Aba.
Saat itu Halilintar menyadari ada salah satu kaleng coklat yang hilang dari tempatnya, ia terkejut ketika melihat sebuah robot ungu aneh yang mencurinya.
Tanpa berpikir panjang, Halilintar mengejar pencuri itu, dan di sanalah hidup mereka berubah seutuhnya.
Setelah berhasil mengambil kembali kaleng coklat tersebut, Halilintar diam-diam diikuti oleh sebuah power sphera, Ochobot. Dengan kuasa yang diberikan Ochobot; Halilintar, Taufan, dan Gempa berubah menjadi pahlawan Pulau Rintis, meski mereka baru berusia 11 tahun.
Empat tahun berlalu, Atok mereka meninggal dunia, meninggalkan banyak kenangan dan kedai yang kini sepi. Walaupun mereka masih menerima kiriman uang dari orang tua, ketiadaan kabar dari mereka membuat kakak beradik itu cemas.
Lalu suatu hari, mereka bertemu Koko Ci, alien yang dikejar bajak laut angkasa. Setelah menolongnya, Koko Ci mengundang mereka bergabung dengan Tapops, organisasi yang berjuang menyelamatkan power sphera di seluruh galaksi. Halilintar, Taufan, dan Gempa yang kini berusia 16 tahun menerima tawaran itu.
Bekerja di Tapops memberikan penghasilan yang cukup. Tapi agar tidak terlalu meninggalkan adik-adik mereka, mereka selalu memilih misi yang singkat, biasanya satu hingga dua hari saja, dan hanya dilakukan pada akhir pekan.
Blaze, yang telah berusia 11 tahun juga telah menerima jam kuasa miliknya sendiri, memberinya kuasa api. Ia berusaha mengikuti jejak kakak-kakaknya menjadi pahlawan pulau rintis, walaupun belum diizinkan untuk bergabung dengan Tapops.
Dua tahun berlalu, dan kini ketiga sulung sudah berusia 18 tahun. Setelah lulus dari SMA, mereka memutuskan untuk bekerja full-time di Tapops, karena sang ayah tiba-tiba berhenti mengirimkan uang sejak setahun yang lalu.
Awalnya, mereka hanya memilih untuk melakukan misi singkat dan selalu kembali setiap sorenya. Tapi perlahan, durasi misi mereka mulai menjadi lebih panjang, dan ketiganya kini lebih sering berada di markas Tapops.
Makanya sekarang, melihat ketiga kakaknya yang sedang mengemasi pakaian ke dalam koper, tentu sana membuat Blaze bingung sekaligus marah.
Apa yang sedang mereka rencanakan?
~•~•~
"....Blaze?"
Ketiganya terkejut melihat Blaze berdiri di depan pintu kamar mereka.
"Kakak mau pergi misi?" Blaze melangkah masuk, nada suaranya pelan tapi tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Brother Blaze
FanfictionKakak dimana? Ini udah 4 tahun... Aku masih tetap tepatin janji aku loh, kak. Tiap hari aku berusaha keras untuk menjaga mereka seperti yang kakak minta. Semoga kakak juga tidak mengingkari janji kakak, ya. . . Big Brother Blaze Third story 🖋✨ Co...
