Enjoy~
Solar POV
Jujur, aku masih belum mengerti sepenuhnya apa yang sedang terjadi disini.
Setelah kejadian tadi, Kami tiba-tiba langsung di teleportkan ke Lily— Kapal angkasa kesayangannya Fang.
Ini pertama kalinya aku dan Thorn ada di kapal ini, dan ternyata Kak Yaya, Kak Ying, Gopal, bahkan Ochobot! Mereka semua ada di sini! Mereka juga sepertinya terkejut melihat aku dan Thorn.
Mereka terlihat baik-baik saja, tapi kenapa kami tidak bisa menghubungi mereka sebelumnya? Dan kenapa Kakak bersama mereka? Apa ini ada kaitannya pembicaraan Fang dengan kakak hari itu?
Ada banyak sekali pertanyaan dipikiranku. Tapi sebelum aku bisa melakukan apa-apa, Kakak sudah menarik kami keluar dari ruangan itu.
Untuk pertama kalinya, suasana diantara kami bertiga sangat canggung. Padahal kami nggak pernah canggung kalau sedang bersama dengan kakak. Tidak ada yang berbicara. Kami hanya ditarik mengikuti langkah Kakak yang cepat, menyusuri lorong kapal dalam diam.
Kakak memang sudah tidak lagi terlihat marah seperti sebelumnya, tapi melihat dari ekspresinya, itu membuat aku makin ragu untuk bersuara.
Tak lama kemudian, kami sampai di sebuah pintu yang terdapat logo tiga elemen di depannya: petir, angin, dan tanah. Aku mengenal simbol itu. Logo yang sama yang ada di depan kamar salah satu ruangan di rumah kami.
Logo Kak Hali, Kak Taufan, dan Kak Gempa.
Apa sebelumnya ini ruangan mereka?
Kakak berhenti sejenak, dia mengetik sesuatu di panel, lalu pintu otomatis itu terbuka.
"Masuk." Katanya pelan.
Aku dan Thorn melangkah masuk, diikuti olah kakak. Ruangan itu nampak biasa saja, dengan tiga tempat tidur—satu biasa dan satu tempat tidur susun. Diantaranya ada sebuah meja dan kursi belajar. Agak sempit, tapi ada jendela yang langsung menghadap luar angkasa.
Thorn segera berjalan mendekat, matanya berbinar saat melihat hamparan bintang yang berkilauan di kejauhan. Tapi aku? Aku hanya berdiri di ambang pintu, menatap jendela itu dengan perasaan tak nyaman.
Trauma sialan.
Kakak sepertinya menyadari hal itu. Tanpa berkata apa-apa, dia berjalan ke panel di samping jendela dan menutupnya. Thorn terlihat agak kecewa, tapi dia tidak terlalu mempermasalahkannya.
Setelah itu kakak berbalik dan mengusap kepala kami dengan kasar, seperti yang sering ia lakukan. Ekspresinya sudah lebih netral sekarang. "Kalian istirahat disini aja dulu," katanya datar. "Nanti gue bakal minta Kak Yaya atau Kak Ying datang ngobatin kalian."
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Brother Blaze
FanfictionKakak dimana? Ini udah 4 tahun... Aku masih tetap tepatin janji aku loh, kak. Tiap hari aku berusaha keras untuk menjaga mereka seperti yang kakak minta. Semoga kakak juga tidak mengingkari janji kakak, ya. . . Big Brother Blaze Third story 🖋✨ Co...
