ch13

425 43 5
                                        

Enjoy!!







Markas Vargoba – Area Tengah

"ARGHHH!!"

"Dia di sini!!"

"Asap sialan! Gue nggak bisa ngeliat apa-apa!"

"Serang dia!!"

Kekacauan memenuhi tempat itu.

Para bajak laut berusaha keras menangkap para penyusup kapal, tapi yang mereka lihat hanya siluet kabur dan suara langkah di balik kabut tebal sebelum kemudian mereka dikalahkan ditempat.

Jeritan memenuhi lorong. Beberapa prajurit roboh seketika, tubuh mereka terhempas ke dinding. Sebagian tampak gosong, sebagian lagi tergeletak tak sadarkan diri.

"Haha! Gampang banget!!" Thorn tersenyum puas, menaruh kedua tangannya di pinggang.

Solar mendengus pelan dari belakang. "Hm. Mereka bahkan lebih lemah dari perkiraan aku."

'Thorn! Solar! Masuk' sebuah suara memanggil dari alat komunikasi mereka.

"Kak Fang!" Thorn langsung menyahut riang. "Aku dan Solar di sini!"

"Bagaimana keadaan kalian?"

"Kami berhasil masuk ke markas Vargoba," jawab Thorn penuh semangat. "Dan seperti dugaan, mereka nyerang kami, tapi mereka percaya kita ini Kak Blaze!"

"Oke, bagus... Jalankan sesuai rencana. Ingat, jangan lengah sedikit pun. Kalian cuma punya satu kesempatan."

"Siap, Kak Fang!" Thorn menutup komunikasi itu, "Ayo, Solar!"

Solar mengangguk singkat.



"Kita akan selamatkan Kak Ice!!"



.



.

Beberapa saat sebelumnya~

"Berpura-pura jadi Kakak?"

"Berpura-pura jadi Kak Blaze?"

Tanya Solar dan Thorn hampir bersamaan.

"Yup," jawab Fang singkat, menatap peta markas Vargoba di layar kapal.

"Kalian akan menyusup ke markas mereka dan menyelamatkan Ice. Tapi untuk melakukannya, kalian harus menyembunyikan identitas asli kalian. Dan cara terbaik untuk itu... adalah membuat mereka percaya kalau yang masuk adalah Blaze."

Thorn mengangkat tangan, bingung. "Gimana caranya kami menyamar jadi kak Blaze? Kami kan berdua?" 

"Itu harusnya bukan masalah besar, Thorn." Solar menggelengkan kepalanya, mendesah. "Tapi kenapa kami harus pura-pura jadi Kak Blaze? Kenapa nggak masuk diam-diam aja?"

"Kenapa? Karena kalian pasti ketahuan." Fang menyilangkan tangannya. Wajahnya datar.

Entah kenapa, perkataan Fang berhasil membuat keduanya kesal. Tapi Fang tidak peduli dan lanjut menjelaskan.

"Coba pikir baik-baik. Kalian berdua akan menyusup ke markas utama salah satu buronan paling berbahaya Tapops. Mau seberapapun hati-hatinya kalian, kalian pasti bakal ketahuan. Dan kalau sampai kalian tertangkap, Kita semua mati." 

"Tapi, berbeda dengan kalian berdua, Blaze itu cukup ditakuti oleh mereka." Fang melanjutkan dengan senyuman nakalnya. "Kalau kalian bisa membuat mereka percaya bahwa 'Blaze' lah yang sedang menyerbu markas mereka, pasti akan terjadi kekacauan besar. Dan di tengah kekacauan itulah, kalian bisa bergerak bebas untuk menyelamatkan Ice."

Big Brother BlazeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang