Enjoy~
"Ugh... Akhirnya aku tetap aja dapet hukuman."
Thorn dan Solar berjalan berdampingan di sepanjang jalan setapak yang tersembunyi di balik rerimbunan pohon.
Yah, lebih tepatnya Thorn berjalan santai, sementara Solar melangkah dengan setengah hati, masih mengusap-usap telinganya yang memerah sejak kemarin.
Alasannya? Tentu saja, berkat jeweran kasih sayang dari sang kakak kelima.
Thorn terkekeh puas, kedua tangannya bertengger santai di belakang kepalanya. "Hehehe! Itu salah kamu sendiri! Siapa suruh latihan sembunyi-sembunyi? Tapi nggak apa-apa kan? Sekarang kamu nggak harus latihan sendiri lagi!"
Solar mendengus, memalingkan wajah ke samping, pipinya sedikit memerah. "Udah, jangan bahas itu lagi." Gumamnya cepat, berusaha menyembunyikan rasa malunya.
"Eh? Wah!? Solar malu!?"
"ENGGAK!"
Thorn tertawa, sementara Solar hanya mengerutkan alis dan mempercepat langkahnya, berharap bisa meninggalkan makhluk menjengkelkan berstatus kakak kembarnya itu di belakang. Tapi tentu saja, Thorn dengan mudah menyusulnya.
Pagi itu, sinar matahari terasa hangat di kulit, sementara angin sepoi-sepoi berhembus, menggoyangkan dedaunan di sekitar mereka. Aroma tanah basah dan pepohonan memenuhi udara, menciptakan suasana yang menenangkan—-meskipun kontras dengan ekspresi kesal Solar.
Setelah beberapa menit berjalan, mereka tiba di tempat tujuan, sebuah lokasi terpencil di kaki gunung, jauh dari keramaian kota. Tempat itu cukup tersembunyi di antara pepohonan, dan dari sana mereka bisa melihat pemandangan kota Pulau Rintis di kejauhan.
"Woah!!" Thorn bersiul kagum. "Jadi, ini tempat kamu latihan?"
Solar mengangguk kecil. "Ya... begitulah."
"Aku nggak nyangka tempat kayak gini ada di sini!!"
Solar menyilangkan tangan di dada, "Makanya aku pilih tempat ini buat latihan. Tenang, jauh dari gangguan, dan pemandangannya... ya, lumayan lah."
Thorn menoleh ke arahnya dengan ekspresi tidak percaya. "Lumayan!? Solar, Ini keren banget!!!"
Solar menghela napas, tapi ada sedikit senyuman di sudut bibirnya.
Mata Thorn menelusuri sekitar. Meski tempat itu tampak strategis, ada satu hal yang langsung menarik perhatiannya—kondisinya yang cukup berantakan. Bekas-bekas ledakan terlihat di sana-sini, beberapa pohon hangus, dan tanah di beberapa tempat tampak berlubang.
"Hoi, udah, Kamu jadi mau bantu aku latihan atau nggak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Brother Blaze
FanficKakak dimana? Ini udah 4 tahun... Aku masih tetap tepatin janji aku loh, kak. Tiap hari aku berusaha keras untuk menjaga mereka seperti yang kakak minta. Semoga kakak juga tidak mengingkari janji kakak, ya. . . Big Brother Blaze Third story 🖋✨ Co...
