Enjoy~
Sepanjang hari ini, Blaze terus saja merasa gelisah.
Itulah kenapa, sepanjang sejak pagi tadi, ia memilih untuk menggoda adik-adiknya terus menerus.
Blaze tau, kalau dia hanya diam, pasti mereka bakal sadar... Solar pasti langsung curiga. Thorn akan langsung bertanya tanpa henti, dan Ice... Ice pasti dengan mudahnya akan bisa membaca isi kepalanya. Itu justru hal terakhir yang ia mau.
Jadi, dengan membuat mereka kesal padanya, mereka pasti bakal fokus ke hal lain selain ke wajahnya yang sedang gelisah.
Tentu saja, semuanya itu gara-gara kemarin.
.
.
"... Apa apaan ini!?!?"
Wajah Blaze berubah menjadi panik. Kembali menatap Fang dengan tidak percaya.
"Vargoba... Dia akan menyerang Tapops!?!! Apa maksudnya ini!? Kemarin semuanya biasa-biasa aja, kok tiba-tiba jadi begini!?"
Fang menarik napas dalam-dalam, wajahnya semakin serius. "Seperti yang kau baca, Blaze... Kami juga baru mendapat kabar ini pagi tadi. Markas Tapops sedang dalam keadaan siaga penuh sekarang."
Blaze mengepalkan tangannya. "T- Tapi gimana dia bisa... Bukannya dia... waktu itu..."
"Kami juga tidak tau, Blaze." potong Fang, menutup matanya sesaat. "Tapi saat ini Vargoba sudah mendapatkan informasi tentang posisi markas kita. Ini bukan hanya serangan biasa, mereka bersiap untuk menyerang kita dengan kekuatan penuh. Akan ada rapat darurat untuk seluruh anggota Tapops besok. Kau mengerti maksudnya kan, Boboiboy Blaze?"
Blaze merasa hatinya berdegup kencang, Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. Ia menghela napas panjang, menatap Fang sejenak sebelum akhirnya mengangguk pelan.
"Baik, Kapten. Aku mengerti."
.
.
Beruntungnya, tiga adiknya itu pasti akan pulang sore karena mengikuti ekskul mereka. Itulah kenapa setelah istirahat makan siang, Blaze bergegas pulang untuk mengganti baju. Dibantu oleh Ochobot, ia langsung pergi ke markas Tapops untuk menghadiri rapat darurat itu.
Ia hanya bisa berharap semoga saja rapat ini akan selesai sebelum adik-adiknya pulang.
~•~•~
Suasana di ruangan itu begitu tegang. Lampu-lampu di ruangan hanya menyala redup, dan satu-satunya cahaya terang berasal dari layar holografik raksasa di bagian depan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Brother Blaze
Fiksi PenggemarKakak dimana? Ini udah 4 tahun... Aku masih tetap tepatin janji aku loh, kak. Tiap hari aku berusaha keras untuk menjaga mereka seperti yang kakak minta. Semoga kakak juga tidak mengingkari janji kakak, ya. . . Big Brother Blaze Third story 🖋✨ Co...
