A/N: Hellow all :v
Jadi chapter ini sebenarnya hasil request dari temen gue (dia yang ngasih idenya)
Jadi... yah.... Enjoy??
~•~•~
Saat pertama kali mendengar kalau ketiga kakak sulungku akan pergi dalam sebuah misi, aku sebenarnya nggak terlalu peduli.
Lagian, ini bukan pertama kalinya mereka pergi. Walaupun bedanya, kali ini mereka bakal pergi lebih lama dari biasanya.
Aku sudah berusia sebelas tahun. Dua minggu tanpa mereka? Itu harusnya bukan masalah besar. Aku bisa mengurus diriku sendiri. Yah... mungkin ngurus dua adik kembarku bakal sedikit ribet, tapi selain itu, harusnya aman-aman aja.
Masalahnya adalah Blaze.
Kakak keempatku itu yang dikasih tanggung jawab buat ngurus rumah selama mereka bertiga pergi.
Aku cuma bisa menghela napas panjang saat mendengar itu. Dua minggu ke depan kayaknya bakal jadi dua minggu paling menyebalkan seumur hidupku.
Dan benar saja.
Blaze memang menjalankan tanggung jawabnya, tapi Cuma setengah-setengah... atau mungkin lebih tepatnya, seperempat-seperempat?
Dia harusnya menyiapkan sarapan setiap pagi, tapi kenyataannya? Dia selalu bangun terlambat, membuat kami semua ikut terlambat.
Masakannya? Jangan tanya. Aneh, hambar, kadang bahkan hampir nggak bisa dimakan. Akhirnya, kami lebih sering beli makan di luar, dan itu jelas membuat pengeluaran kami membengkak.
Dan itu belum seberapa.
Beberapa hari terakhir, Blaze entah kenapa selalu aja terlibat masalah. Di sekolah, pas patroli, atau hal-hal konyol lainnya. Aku sampai udah nggak ingat berapa kali dia pulang dengan muka lebam.
Tapi ya... setidaknya dia nggak pernah pakai kekuatannya buat hal-hal aneh.
Blaze memiliki kuasa elemental api, kuasa yang ia terima dua tahun lalu, saat ulang tahunnya yang ke-11. Banyak yang menghormati dia sebagai 'Pahlawan Pulau Rintis', tapi banyak juga yang nggak suka dengan dia.
Sebenarnya gelar pahlawan itu bukan miliknya, tapi milik ketiga kakak kami. Satu-satunya alasan Blaze disebut pahlawan sekarang ya karena mereka bertiga sudah direkrut oleh Tapops dan lebih sering bertugas di luar angkasa.
Hahhh...
Cuma mikirin semuanya aja udah bikin aku capek.
Memang sih, nyebelin banget, tapi sekarang aku juga nggak punya pilihan lain selain bergantung sama Blaze.
Aku hanya perlu bertahan sedikit lebih lama lagi. Hanya sampai kakak-kakak pulang.
Mereka pasti akan membereskan semuanya. Dan setelah itu, semuanya pasti akan kembali normal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Brother Blaze
FanfictionKakak dimana? Ini udah 4 tahun... Aku masih tetap tepatin janji aku loh, kak. Tiap hari aku berusaha keras untuk menjaga mereka seperti yang kakak minta. Semoga kakak juga tidak mengingkari janji kakak, ya. . . Big Brother Blaze Third story 🖋✨ Co...
