Enjoy~
Ada satu hal yang tak pernah berubah sejak dulu. Dan itu, adalah sifat protektif Blaze terhadap adik-adiknya.
Kalau ada yang mau macam-macam dengan mereka, Blaze pasti akan membuat mereka menyesal. Itu sudah jadi tugasnya sejak dulu. Sebuah tugas yang otomatis datang setelah ia menjadi seorang kakak.
Awalnya itu hanyalah sebuah tugas yang simpel. Blaze memegang kuasa elemental api yang super keren. Dan juga, dia punya tiga orang kakak yang berdiri di belakangnya. Jadi, ia tak pernah benar-benar sendirian.
Tapi sekarang, mereka tidak ada disini.
Semua tanggung jawab itu kini jatuh ke pundaknya. Dan seketika, semuanya menjadi terlalu banyak baginya.
~•~•~
Flashback, Satu tahun yang lalu.
"Hah!?"
Blaze terkejut.
Pagi itu, Tiga adiknya tiba-tiba datang kepadanya dengan ekspresi yang bisa dibilang... mencurigakan.
Dan benar saja, Blaze tentu saja langsung terkejut begitu mendengar rencana mereka.
"Apa maksudnya ini, kalian bertiga... mau gabung Tapops!?"
Ice mengangguk dengan ekspresi datar. Dibelakangnya, Thorn berdiri dengan penuh semangat, sementara Solar menegakkan punggungnya dengan percaya diri.
Blaze mengusap wajahnya. "Oke... kalo Ice gue masih paham, dia udah punya dikit pengalaman, tapi kalian berdua?" Ia kembali menatap tajam dua bontotnya itu. "Bertarung aja kalian nggak pernah! Dan kalian malah mau masuk Tapops?"
"Kalo cuma bertarung aku dan Solar juga bisa kok!!" Thorn langsung memprotes. "Lagian, bentar lagi kan kami berdua bakal ulang tahun yang ke 12-ADAW?!!"
Blaze menabok kepala bontot satunya itu dengan kesal. "Emangnya kenapa kalo kalian berdua udah mau 12 tahun? Lo kira masuk Tapops tuh segampang daftar terus diterima?"
Thorn merengus, memegangi kepalanya yang sakit. Matanya lalu beralih ke Solar, seolah meminta bala bantuan.
Solar menghela nafas.
"Kak, kami serius." Solar menatap kakaknya itu. "Lagian, kalo kakak mau ngebandingin umur, Kakak sendiri udah jadi pahlawan Pulau Rintis sejak umur 11 kan? Kak Hali, Kak Ufan, dan Kak Gem juga-ACK!?"
"Stop." Kali ini Blaze menabok kepala si bontot kedua.
"Gue tau lo mau ngarahin ke mana omongan ini." Blaze menatap mereka satu-satu, pura-pura tak peduli dengan Solar yang menatap tajam memegangi kepalanya yang sakit. "Gue dan kakak-kakak dulu memang dapet kuasa kami pas umur sebelas, tapi ini beda." Nada suaranya berubah lebih serius.
"Bergabung dengan Tapops itu lebih serius dari yang kalian kira. Satu kesalahan kecil bahkan bisa ngebuat dampak yang besar."
Thorn mengangkat satu tangannya. "Nah! Kalo gitu, aku punya usul! Gimana kalo kami berdua minta kuasa ke Ochobot buat bantu kita?" Tanyanya penuh harap.
"Enggak."
"Eh?? Kok nggak bolehh?? Kak Ice kan waktu itu-"
"Dan jangan mulai soal Ice." Blaze melipat tangannya. "Gue bahkan masih kesel sama Ice karena dia diam-diam ngebujuk Ochobot buat dapet kuasanya. Dia Cuma beruntung Tapops ngizinin dia tetap megang itu."
Ice mengangkat bahunya, "Yah... soalnya kalo waktu itu aku bilang ke kakak, udah pasti nggak bakal dikasih izin, kan?" Blaze melototnya tajam. Tapi Ice juga tidak mundur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Brother Blaze
Fiksi PenggemarKakak dimana? Ini udah 4 tahun... Aku masih tetap tepatin janji aku loh, kak. Tiap hari aku berusaha keras untuk menjaga mereka seperti yang kakak minta. Semoga kakak juga tidak mengingkari janji kakak, ya. . . Big Brother Blaze Third story 🖋✨ Co...
