Happy reading ❗
Entah Dylan harus merasa senang atau sedih, Kenari masih dalam masa pemulihan setelah insiden yang telah menimpa perempuan cantik itu. Kenari jauh lebih manja pada Dylan. Jika biasanya Kenari akan bersikap seperti perempuan dewasa, tapi saat ini Dylan melihat Kenari seperti anak manja yang ingin di perhatikan.
Kenari tengah di suapi oleh Dylan yang sangat telaten mengurus Kenari. Dylan sama sekali tidak pernah meninggalkan Kenari sendirian. Dylan masih takut jika Kenari menghilang dari pandangan matanya.
Wajah pucat Kenari adalah pemandangan pagi yang Dylan lihat. Meskipun begitu wajah ayu Kenari masih terlihat cantik.
Setelah mendengarkan cerita kedua orangtuanya mengenai dirinya dan juga Kenari, Dylan merasa begitu sangat lucu. Mengejar Kenari seperti orang gila yang sempat putus asa tetapi justru dulu keduanya sempat akan di jodohkan. Bukankah ini yang dinamakan takdir.
"Bagaimana kalau perjodohan itu kita lanjutkan."
Dylan masih ingat dengan jelas ketika ia mengatakan itu, Kenari pun tersenyum malu-malu dan wajah cantik yang memerah terlihat di pandangan Dylan malam itu.
Jika kembali mengingat dulu bagaimana keduanya di pertemukan dengan sisa-sisa bercinta satu malam yang tidak pernah Dylan lupakan sampai kapanpun. Dylan pun tidak berniat untuk melepaskan Kenari apapun yang terjadi.
Dulu, Dylan sempat ingin melepaskan Kenari tetapi melihat bagaimana kehidupan Kenari yang penuh dengan bahaya, Dylan akan mengurungkan niatnya apapun yang terjadi. Dylan ingin Kenari bukan dengan yang lain.
•~~~~~~~~~~•
Semalam Kenari tidak bisa tidur setelah obrolan dengan Ayahnya dan juga orang tua Dylan. Obrolan terakhir mereka membuat Kenari banyak berfikir. Mungkin kah Dylan orang yang Tuhan kirim untuk dirinya selama ini. Setelah penolakan yang selalu Kenari berikan untuk Dylan namun lelaki itu tidak pernah berhenti mengejarnya. Kenari merasa sangat malu.
Semalam, Kenari tidur dalam pelukan hangat Dylan. Kenari merasakan detak jantung Dylan. Nafas Dylan ketika tidur, semuanya Kenari rasakan dan ada perasaan hangat menyelimuti Kenari. Kenari tidak bisa tidur memikirkan itu semua.
Entah bagaimana, ketika Kenari bangun di pagi hari wajah Dylan menatapnya sangat dekat. Kenari palingkan wajahnya karena malu. Dylan mengurus segala kebutuhan Kenari selama di rumah sakit. Entah bagaimana lelaki itu terlihat sangat dewasa ketika mengurusi ini itu untuk segala keperluan Kenari.
Kenari merasa tidak apa-apa jika ia bersikap manja pada Dylan. Bahkan Kenari akan merengek pada Dylan jika lelaki itu menggodanya. Hal ini tidak pernah Kenari lakukan sebelumnya pada Dylan. Kenari bersyukur bertemu dan mengenal Dylan lebih dekat. Walaupun pertemuan mereka berdua sangat tidak bisa untuk dikatakan.
Membuka hati untuk Dylan, itu akan Kenari lakukan mulai saat ini. Trauma masa lalu yang membelenggu, Kenari ingin membuangnya jauh-jauh.
•~~~~~~~~•
Selesai dengan sarapan pagi, Dylan mengajak Kenari untuk berjalan-jalan mengelilingi taman rumah sakit. Udara segar di pagi hari, mungkin saja bisa membantu Kenari pulih dari rasa traumanya. Dokter yang menangani Kenari mengatakan jika Kenari harus selalu memikirkan hal-hal positif untuk menjaga agar traumanya tidak muncul kembali.
"Dy?"
"Hemm,,"
"Terima kasih."
Keduanya berhenti, lalu duduk di kursi panjang taman rumah sakit. Pagi itu suasana masih sangat sepi, mungkin pasien-pasien yang lain masih sibuk dengan pemeriksaan pagi para perawat.
