Happy reading ❗
Kenari langsung menyembunyikan tubuh kecilnya pada Dylan sang kekasih, pasalnya di hadapan mereka kini berdiri seorang lelaki dengan tato di tangannya. Jagat Adinata datang dengan senyuman tampannya pada Dylan dan juga Kenari.
Kenari tahu siapa Jagat, meskipun tidak begitu dekat. Dylan seolah sadar dengan perubahan Kenari.
”Jagat cuman ingin menjemput kita.” Dylan berbisik pada Kenari. Kenari pun lebih rileks setelahnya.
Jagat duduk dengan canggung karena Kenari seperti takut melihat dirinya. Jagat paham, kejadian lalu pasti sangat membekas bagi Kenari. Jagat merasa sangat bersalah meskipun itu semua bukan perbuatan dirinya.
”Gue kesini sekaligus ingin meminta maaf, khususnya buat kak Kenari.”
Jagat segera mengatakan tujuannya datang menemui Kenari, setelah sebelumnya menghubungi Dylan lebih dulu. Dylan mengatakan untuk Jagat kemari, lalu jagat pun menawarkan untuk sekaligus menjemput keduanya pulang.
Mendengar itu, Kenari langsung mendongakkan kepalanya menatap Jagat. Kenari pun melirik kearah Dylan setelahnya. Dylan menggenggam tangan Kenari, tersenyum dan mengangguk.
”Ini bukan salah kamu. Jadi tidak perlu minta maaf. Terima kasih sudah menolong aku waktu itu. Maaf, sikap aku tadi sedikit kurang sopan.”
”Satu Minggu lagi sidang putusan akan dilaksanakan.” Ucap Jagat kemudian.
”Kamu serahkan semua putusan pada pihak berwajib dan kami berdua tidak akan datang kesana. Semua sudah di urus oleh pengacara.”
”Hemm, ya.” Jawab Jagat singkat.
”Apa kamu tidak apa-apa?” Tanya Kenari.
”Maksudku, mungkin kamu sedih atas apa yang terjadi dengan Respati dan juga Alexander.” Ucap Kenari lagi.
”Mereka berdua pantas mendapatkan hukuman yang layak. Kak Kenari terlalu baik masih memikirkan mereka berdua dengan segala yang keduanya lakukan. Gue pribadi hanya bisa minta maaf atas nama mereka.”
Trauma yang dialami Kenari memang begitu membekas dan sangat berat. Tetapi, sisi rasa kemanusiaan Kenari begitu besar meski sakit yang ia rasakan membekas sampai entah kapan. Begitulah Kenari, ia begitu baik dan pemaaf.
Dylan merasa hukuman penjara tidak setimpal dengan apa yang keduanya lakukan pada Kenari. Jika saja Dylan tidak memikirkan perasaan Kenari, mungkin saja dua lelaki itu sudah tidak bernyawa sampai saat ini.
Dylan akan menjadi jahat untuk Kenari. Namun, Dylan masih memikirkan perasaan Kenari jika ia sampai berbuat sangat jauh.
Perasaan Kenari dan juga Jagat, Dylan mempertimbangkan itu. Mungkin Jagat terlihat kuat di luar, tetapi Dylan tahu jika Jagat tidak sekuat itu. Walaupun bagaimanapun Respati tetaplah berdarah sama dengan Jagat.
”Kita makan dulu sebelum pergi.” Kenari mengajak Dylan dan juga Jagat untuk makan lebih dulu sebelum pergi meninggalkan rumah ini.
Rumah ini cukup memberikan kesan berbeda bagi Kenari. Kesan yang begitu hangat dan menyenangkan. Apalagi selama disini, Dylan selalu ada di sampingnya. Kenari beruntung bisa bertemu Dylan dan segala kesepiannya selama ini.
Ketiganya duduk bersama di meja makan. Menikmati makanan yang Kenari masak dengan sepenuh hati. Kenari senang masakannya dapat dinikmati dan tidak mengecewakan.
Selesai makan dan membereskan semuanya, kini ketiganya sudah berada di mobil yang sama, siap untuk melakukan perjalanan pulang.
•~~~~~~~~~~•
