Happy reading ❗
Kenari tidak pernah menyangka dari semua kegilaan Dylan adalah membawanya ke sebuah rumah besar di pinggiran kota yang masih sangat asri. Membawa Kenari ke rumah ini demi kesehatannya membuat Kenari terharu dan juga senang.
Menemani Kenari tanpa mengeluh. Meninggalkan perusahaan dan rumah ini berganti menjadi tempat kerja dadakan bagai Dylan. Kenari selalu di buat terpukau dengan apa yang Dylan lakukan.
Kegiatan Kenari selama di rumah ini lebih banyak istirahat. Pekerjaan rumah sudah ada pekerja yang melakukan yang datang setiap pagi. Pulang pada sore. Kenari dilarang untuk melakukan pekerjaan rumah apapun itu. Makanan yang Kenari makan semua di awasi oleh Dylan.
Dylan hanya akan memberikan makanan dengan banyak protein, buah dan sayur. Sesi terapi dengan dokter pun, Dylan akan membawa dokter itu datang ke rumah ini. Dylan menyiapkan beberapa bacaan yang entah darimana Dylan mengetahui apa yang Kenari sukai. Seperti Dylan tau apapun tentang Kenari, meski Kenari tidak mengatakannya.
Kenari tidak pernah merasa kesepian meski di rumah ini hanya berdua. Rasa cinta tumbuh begitu saja namun Kenari tidak berani mengatakannya langsung pada Dylan. Seperti remaja kasmaran Kenari merasa degup jantung nya menggila setiap berada di dekat lelaki itu. Rona merah di pipi Kenari selalu menghiasi pipi perempuan cantik itu.
•~~~~~~~~~~•
Hari-hari Dylan setelah ia memboyong Kenari ke rumah baru yang sengaja Dylan beli terasa jauh lebih menyenangkan daripada harus hidup sendiri di apartemen kota. Hunian yang masih asri dan terasa sangat sejuk dengan pohon-pohon rindang yang mengelilingi rumah itu.
Dylan tentu akan melakukan apapun untuk Kenari. Menghabiskan uangnya untuk membeli rumah ini dengan harga fantastis. Uang bisa di cari lagi tapi kebahagiaan Kenari tidak bisa Dylan abaikan. Lagi pula perusahaannya masih menghasilkan uang cukup banyak untuk membiayai hidup Kenari.
Meskipun harus memboyong semua pekerjaan ke rumah baru ini tidak masalah bagi Dylan. Dylan senang jika Kenari mau menggantung semuanya pada Dylan. Dylan sama sekali tidak merasa terbebani.
Bahkan Dylan sudah membicarakan pernikahan pada kedua orang tuanya sendiri meskipun Dylan tidak tahu apakah Kenari mau hidup bersama sampai tua. Beberapa majalah pernikahan sengaja Dylan beli untuk ia bawa ke rumah ini. Mungkin dengan itu Kenari bisa memilih pernikahan impiannya lewat majalah itu. Membayangkan pernikahan membuat Dylan sudah merasa bahagia, apalagi jika khayalan itu menjadi nyata. Menikah dengan Kenari dan memiliki anak-anak lucu bersama perempuan cantiknya. Ah, hidup Dylan terasa sempurna.
•~~~~~~~~~~•
Hunian baru yang Kenari dan Dylan tempati kini terasa lebih ramai karena kedatangan dua sahabat Kenari, tepatnya di ruang tamu rumah besar itu.
Luna dan juga Meeya sengaja meluangkan waktunya untuk menemui Kenari minus Emir. Meskipun rumah ini jauh dari kota dan mereka berdua datang setelah bekerja tidak menjadi hambatan untuk keduanya datang kemari.
Luna dan juga Meeya membawa banyak buah untuk Kenari. Keduanya mendengar dari Dylan jika Kenari harus banyak memakan buah untuk kesehatan Kenari.
Meskipun semua kebutuhan Kenari selama disini sudah Dylan penuhi tetapi Luna dan Meeya ingin membawakan buah untuk Kenari. Keduanya merasa terharu Dylan memperlakukan Kenari dengan sangat baik dan istimewa. Meraka berharap jika Kenari mau membuka hati untuk Dylan. Dylan patut di cintai dengan segala usaha yang lelaki itu berikan.
”Rumah ini besar dan mewah banget, sesuai selera kamu, Ri.”
”Pak Dylan tahu banget selera kak Riri. Kak Riri beruntung banget.”
