Episode 20 🔞

449 28 0
                                        

Happy reading ❗

Selama mendiami rumah ini, Dylan dan juga Kenari tidak pernah tidur dalam kamar yang sama. Namun, malam ini keduanya memutuskan untuk tidur dalam ranjang yang sama. Sejak tiga puluh menit lalu keduanya sudah berbaring bersama saling melihat satu sama lain, namun mata keduanya tidak bisa terpejam sedikitpun. Ada rasa membuncah dalam perasaan masing-masing. Hati keduanya menghangat.

Dylan takut jika semua ini adalah mimpi. Dylan takut jika Kenari yang di depannya ini hanyalah ilusi semata. Begitu juga Kenari, perempuan cantik itu tidak menyangka jika semua ini adalah nyata. Kenari pikir, ia tidak akan pernah berakhir dengan Dylan. Namun hanya Dylan yang mampu membuat jantungnya berdegup dengan sangat kencang saat ini.

Kenari malu-malu membelai rahang tegas milik kekasihnya. Dylan sudah menjadi kekasih kecil Kenari. Semua seperti mimpi tapi nyata bagi Kenari. Mata kecil Dylan terus memandanginya tanpa mau berkedip sedikitpun.

”Apa kita akan terus saling memandang seperti ini?” Tanya Kenari pada Dylan. Terus di pandangi seperti ini, jujur Kenari merasa sangat bahagia sekaligus malu.

”Terus kak Kenari mau nya apa?” Dylan sedikit meledek pada Kenari.

”Aaww,,aawww sakit sayang.” Kenari mencubit pinggang Dylan cukup keras.

”Habis adik Dylan nih panggil-panggil kakak terus.” Kenari berucap begitu dengan sedikit tawa meledek.

”Kak Kenari, Kak Kenari.”

”Iya adik Dylan? Adik Dylan nggak boleh nakal ya.”

”Boleh cium kak Kenari?”

”Apasih Dy, udah ah jangan panggil aku, kakak terus.”

”Ya sudah mana ciumnya.”

Dylan menunggu sambil memejamkan matanya menunggu Kenari untuk mendaratkan ciuman pada bibir Dylan. Bibir lembut Kenari menempel pada bibir tipis Dylan. Kenari mencoba memagut bibir Dylan malu-malu, Dylan membiarkan pacar tersayangnya melakukan apapun pada bibirnya yang kini sudah Kenari pagut dan hisap.

Mata Kenari terpejam, namun bibirnya terus menghisap bibir Dylan bagai makanan enak. Kenari kecup, Kenari hisap, kadang pelan, kadang Kenari memagutnya cukup kencang. Setelah cukup puas, Dylan ikut membalas pagutan bibir Kenari dengan sangat intens.

Saling memakan bibir satu sama lain di ruangan yang cukup sunyi. Bunyi basah dari penyatuan dua bibir menggema di kamar keduanya. Kenari melenguh karena Dylan menghisap bibirnya cukup kuat dan tangan lelaki tampannya itu sedikit meremas payudara Kenari.

”Nnghh,,Dy.” Dylan gemas sendiri mendengar desahan yang keluar dari bibir kekasih cantiknya ini. Mata Kenari sedikit sayu, semakin cantik karena lampu tidur di kamar mereka berdua.

”Kenapa sayang?” Serak suara Dylan. Mungkin lelaki tampan itu sedikit terbawa suasana panas.

”Jangan di remas,” Beralih dari bibir, kini Dylan sudah menjelajahi leher Kenari. Seluruh area sensitif Kenari semua Dylan jelajahi dengan lidahnya tidak kurang satu inci pun Dylan nikmati.

Kenari lagi-lagi merengek kegelian, namun perempuan cantik itu semakin mendongak nikmat, memberikan lehernya untuk Dylan nikmati sesuka hati. Oh, mungkinkah malam ini keduanya akan mengulang kembali malam panas ketika pertama bertemu dulu.

”Apa boleh lebih dari ini?” Dylan meminta izin pada Kenari, meski nafsunya sudah menguasai. Dengan suara berbisik di telinga Kenari. Serak dan begitu seksi, membuat Kenari meremang dibuatnya.

Anggukan yang Kenari berikan tidak Dylan sia-siakan. Keduanya duduk berhadapan, saling memandangi wajah masing-masing. Ada rasa yang tidak bisa keduanya ungkapkan dengan kata, namun hati mereka seolah mengerti.

DESTINY  (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang