Happy reading ❗
Jika dulu ketika keduanya menghabiskan malam panjang bersama, Dylan sama sekali tidak bisa memandangi wajah ayu dari Kenari, namun saat ini Dylan begitu puas melihat wajah Kenari yang terlihat lebih cantik jika di lihat dari dekat seperti ini.
Dylan memperlakukan Kenari seperti perempuan cantik itu takut akan tergores jika ia sedikit saja melakukan kesalahan. Dylan terbangun lebih dulu dari istirahat lelahnya bersama Kenari. Memastikan Kenari merasa hangat di cuaca hujan yang mengguyur di siang hari.
Dylan pun lebih dulu membersihkan tubuhnya sebelum ia pergi ke dapur untuk membuat masakan bagi si cantik. Dylan yakin Kenari akan sangat lapar ketika bangun nanti.
Dylan tidak begitu mahir memasak namun sedikitnya ia bisa membuat masakan bagi keduanya untuk sekedar mengisi perut. Asisten rumah tangga yang biasa kemari mungkin hari ini tidak akan datang karena cuaca diluar tengah hujan.
Melangkah ke dapur setelah Dylan rapih dengan celana training dan juga kaos pendeknya. Tapi sebelum itu Dylan sempatkan untuk melihat Kenari yang masih terlelap tidur. Mengecup kening Kenari sekali lagi.
Ini adalah rutinitas harian yang selalu ada dalam mimpi Dylan bersama Kenari. Dylan yakin mimpinya bukan hanya bunga tidur, tetapi akan jadi nyata. Dylan akan pastikan itu terwujud.
Melihat isi kulkas, Dylan pun berfikir sejenak. Masakan apa yang sekiranya gampang dan rasanya tidak mengecewakan. Semua bahan makanan lengkap di kulkasnya, namun Dylan tentu tidak akan memasak masakan susah. Setelah berhasil sejenak sup daging, telor dadar dan tempe goreng adalah menu yang Dylan pilih.
Dylan mengeluarkan semua bahan yang ia perlukan. Setelah itu mencuci bersih dan mulai merebus daging terlebih dahulu. Sementara daging di rebus Dylan menyiapkan bahan lainnya. Tidak pernah terfikir oleh Dylan, ia akan begini. Memasak untuk orang lain terlebih lagi itu perempuan. Dylan yang dulu terbiasa di kejar oleh perempuan kini seperti terbalik. Dylan mengejar Kenari dengan segala usaha yang tidak bisa di bilang biasa.
Tanpa terasa daging yang Dylan rebus sudah empuk dan siap di masukan bumbu dan juga sayur untuk pelengkap. Telur dadar dan tempe goreng sudah terhidang di meja makan.
Ketika Dylan fokus dengan hidangan terakhirnya, tiba-tiba saja tubuhnya di tubruk dari belakang oleh Kenari yang mendusal manja di belakang tubuh tegap Dylan.
”Sudah bangun?”
”Hemm_ selimut aku soalnya nggak ada.” Jawab Kenari masih memeluk Dylan dari belakang. Wangi tubuh Dylan bercampur dengan parfum yang terasa maskulin di penciuman Kenari, membuat perempuan cantik itu enggan meninggalkan tempat nyamannya.
”Makan dulu, kamu pasti lapar.” Ucap Dylan lagi. Sejujurnya, Dylan menyukai ketika Kenari bersikap manja seperti ini. Tetapi, Dylan yakin Kenari sudah sangat kelaparan. Terbukti dari bunyi perutnya yang Dylan dapat dengar. Kenari lucu sekali.
”Kamu memasak semuanya?” Akhirnya, Kenari melepas pelukannya dan beralih fokus pada beberapa hidangan yang sudah tertata rapih diatas meja.
”Kamu meragukan kemampuan memasak aku?” Dylan bersikap bangga ketika Kenari berbinar melihat semua masakannya. Keduanya duduk berhadapan siap untuk menikmati hidangan yang masih panas itu.
”Tidak, aku yakin pacar kecilku ini pintar memasak.” Ledek Kenari pada Dylan. Dylan pun tidak bisa tidak gemas dengan tingkah Kenari, Dylan pun mengusak manja rambut Kenari. Dylan yakin Kenari belum mandi ketika keluar dari kamarnya, namun paras ayu Kenari buat Dylan selalu ingin memandangi perempuan cantiknya.
”Terima kasih untuk pujiannya kak Kenari yang cantik.” Keduanya pun tertawa bersama.
Kenari selalu merasa sangat spesial ketika bersama Dylan. Seperti saat ini, Dylan memperlakukannya seperti ratu. Menyendok kan nasi dan juga lauk untuk piringnya.
