HAPPY READING!💗
oOo
Varen berjalan masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tengah. Di sana ada sang Ayah yang duduk tidak jauh dari Varen. Kemudian, Bundanya datang dengan membawa segelas air putih dari dapur untuk Varen. Varen langsung meminumnya hingga tersisa setengah, lalu cowok itu mengedarkan pandangan ke seisi rumah.
"Bang Elang belum pulang, Bun?" tanya Varen.
"Belum. Mungkin bentar lagi dia pulang," jawab Livia. Wanita itu ikut duduk di sebelah Varen.
"Assalamu'alaikum," ucap Elang. Cowok itu memasuki rumah dengan membawa seorang gadis seumuran dengannya.
"Wa'alaikumsalam," sahut Varen, Ayah, dan Bunda bersamaan.
"Kamu bawa siapa Elang?" tanya Livia. Wanita itu berdiri ketika Elang dan gadis tersebut sampai di hadapannya.
"Jadi, cewek ini yang mereka maksud," timpal Varen.
Elang mengerutkan keningnya bingung. "Mereka siapa?"
"Nggak perlu bertele-tele. Dia cewek selingkuhan lo, kan?" desak Varen.
"Gue selingkuh? Kayanya, lo salah paham."
"Ya udah, sok atuh jelasin. Siapa dia?" tanya Varen penasaran.
"Mungkin, biar Ayah yang jelasin. Soalnya, Ayah yang lebih tahu tentang gadis ini," balas Elang. Membuat semua mata tertuju pada pria itu.
Damar seketika merasa gugup. "Maksudnya a-apa ini?"
"Dia Zidny, Ayah jangan pura-pura lupa," ujar Elang.
"Ayah nggak kenal."
"Kalau gitu, Ayah pasti tahu Tante Erina, kan?"
Jantung Damar seperti berhenti berdetak ketika putranya menyebut nama Erina. Bagaimana mungkin sesuatu yang dia sembunyikan selama 16 tahun harus terbongkar. Lalu, dari mana putranya itu mengetahui tentang Erina? Damar tidak ingin Livia mengetahui tentang wanita itu dan putri mereka.
"Siapa Erina?" tanya Livia.
"Tanya sama Ayah, Bun."
Livia menatap suaminya penuh tanya. "Jelasin, Mas."
"Aku nggak kenal," kilah Damar.
"Papa jahat. Papa udah nggak peduli lagi sama Zidny. Zidny sama Mama selalu nunggu Papa di rumah, tapi Papa nggak kunjung datang," ucap Zidny mengungkapkan perasaannya.
"Papa? Mas Damar, jelasin!" seru Livia. Air matanya sudah turun membasahi kedua pipi.
"Mending lo yang jelasin, Lang," ujar Varen.
"Bunda, maaf Elang udah bikin Bunda nangis. Sebenarnya, ini alasan Ayah nyuruh Bunda buat tinggal di Bandung. Ayah selingkuh dari Bunda. Dan Zidny, dia adalah anak Ayah dengan wanita lain," jelas Elang.
"Astaghfirullah hal'adzim," ucap Livia. Wanita itu mendadak lemas dan Varen segera memeluk Bundanya.
"Elang baru tahu seminggu terakhir ini, Bunda. Elang curiga ketika suatu hari Ayah ketemu Zidny. Terus, Elang ajak Zidny ngobrol dan Zidny ceritain semua. Ayah selingkuh waktu Bunda mengandung Varen. Ayah panik dan bingung karena perselingkuhannya terlewat batas. Jadi, terpaksa Ayah berbohong atas nama tugas demi rumah tangga ini," lanjut Elang.
"Cukup, Lang," ucap Varen.
Damar menghampiri Livia dan menggenggam tangannya. "Bunda, maafin Ayah. Ayah bingung, Ayah terpaksa lakuin ini, Bunda."
"Terpaksa selingkuh?! Kamu tega nyuruh aku sama Varen tinggal di Bandung. Sementara, kamu di sini dekat sama wanita itu! Kamu tega pisahin anak-anak kita karena wanita itu! KENAPA KAMU SELINGKUH, MAS?!" teriak Livia histeris.
KAMU SEDANG MEMBACA
CANDYTUFT [SELESAI]
Teen FictionSeperti makna bunga candytuft yang melambangkan ketidakpedulian, begitulah cara Daisy menghadapi Elang. Meskipun sering diabaikan, Daisy tidak pernah peduli. Daisy akan melakukan apa saja untuk mendekatkan diri dengan Elang dan membuatnya merasakan...
![CANDYTUFT [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/326060770-64-k253787.jpg)