HAPPY READING!💗
oOo
Varen menunggu Bryan yang terdiam di seberang sana. Mungkin cowok itu sedang membuka aplikasi Instagram. Beberapa saat kemudian, panggilan diputus sepihak oleh Bryan. Varen menghela napas kasar, lalu kembali membaca berita-berita yang muncul di beranda Instagram.
Sementara di lain tempat, Elang mencabut ponselnya yang sudah terisi penuh. Cowok itu membuka aplikasi Instagram karena banyak yang men-tag akun miliknya. Elang sangat terkejut melihat isi dari postingan tersebut. Berita tentang skandal keluarga Daisy sudah mulai viral.
Tok tok tok...
Pintu kamar Elang diketuk oleh seseorang. Pandangan Elang yang tadinya sibuk membaca berita teralihkan. Elang segera berjalan untuk membukakan pintu. Ternyata, Bi Imah yang baru saja mengetuk pintu kamar.
"Ada apa, Bi?" tanya Elang.
"Den Elang disuruh ke bawah sama Tuan," balas Bi Imah.
Elang segera menutup pintu kamar dan berjalan menuruni tangga. Di bawah sudah ada Varen, Bunda, dan Ayahnya yang duduk di sofa ruang tamu. Ketiganya menatap Elang ketika sudah sampai di hadapan mereka. Apakah ada hal serius yang akan Ayahnya bicarakan?
"Bunda, kenapa pada kumpul di sini?" tanya Elang.
"Ayah mau membicarakan sesuatu yang penting," balas sang Bunda dengan wajah sedih.
Elang memandang Ayahnya bingung. "Ada apa, Ayah?"
"Putuskan Daisy."
"Kenapa?" balas Elang tidak terima.
"Berita tentang skandal keluarganya sudah menyebar. Ayah tidak ingin nama keluarga kita ikut tercemar," terang Damar.
"Kenapa Ayah harus nyuruh Elang buat jauhin Daisy? Kenapa nggak Ayah bantu hilangin berita ini? Bukannya, Ayah punya pengaruh besar?" tantang Elang.
"Ayah hanya tidak ingin kamu terkena pengaruh buruk! Ayahnya pernah dipenjara dan Ibunya berselingkuh! Sedangkan, Kakaknya pernah terlibat kasus pelecehan! Apa jadinya jika kamu hidup bersama mereka?!" seru Damar.
"Kasus itu udah lama, Ayah! Itu semua cuma masa lalu!" jawab Elang.
"Ayah tidak ingin kamu mempunyai hubungan dengan orang yang memiliki masa lalu buruk," ucap Damar memperingatkan.
Elang terkekeh sinis dan berkata, "Lalu, bagaimana dengan dirimu? Anda berselingkuh dengan wanita lain. Dan juga, memalsukan kematian seseorang. Bukankah itu tindakan kriminal yang sangat buruk?"
Plak!
Damar menampar pipi putra pertamanya dengan cukup kuat. Membuat Elang langsung memegang pipinya yang terasa nyeri. Livia sudah menangis melihat Elang beradu debat dengan Ayahnya. Begitu juga dengan Varen yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Beraninya kamu berkata seperti itu. Dari dulu selalu saja melawan ucapan Ayah! Dasar anak tidak tahu untung!"
"Siapa yang merasa beruntung karena telah menjadi putramu? Anda hanyalah seorang pria jahat yang selalu menyalahgunakan kekuasaan. Anda kira saya tidak tahu, jika dulu Anda menjemput Bunda ke Bandung hanyalah pengalihan isu. Dan alasan Anda mengirim Bunda ke Bandung hanya untuk menutupi perselingkuhanmu!" sahut Elang.
"Wah! Kamu sudah pintar sekarang. Dengar, jauhi gadis itu atau Ayah akan membuatnya hilang dari dunia," ujar Damar.
"Mas, kamu kelewatan! Apa kamu mau membunuh seseorang karena masa lalunya yang buruk?" sahut Livia.
"Diam kamu! Di antara kalian tidak ada yang boleh berhubungan dengan gadis itu lagi. Jika ketahuan, aku akan benar-benar mengambil nyawanya. Harusnya kalian sudah paham dengan maksud ucapanku. Jangan lupa aku ini siapa," ucap Damar, lalu berjalan meninggalkan mereka menuju kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CANDYTUFT [SELESAI]
Teen FictionSeperti makna bunga candytuft yang melambangkan ketidakpedulian, begitulah cara Daisy menghadapi Elang. Meskipun sering diabaikan, Daisy tidak pernah peduli. Daisy akan melakukan apa saja untuk mendekatkan diri dengan Elang dan membuatnya merasakan...
![CANDYTUFT [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/326060770-64-k253787.jpg)