Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

42 - TRAUMA MENDALAM

821 93 100
                                        

HAPPY READING!💗

oOo

Semua murid bersiap-siap untuk pulang menuju rumah masing-masing. Begitu juga dengan Daisy yang baru saja selesai membereskan bukunya. Beberapa teman dari kelasnya sudah mulai keluar dari kelas mereka. Daisy menatap ke arah Moira yang masih menyalin catatan dari papan tulis.

"Ayo pulang, Moi," ajak Daisy.

"Gue kurang sedikit lagi ini. Tapi, kalo lo mau duluan nggak papa, Sy," balas Moira.

"Ya udah, kalo gitu gue balik dulu."

"Oh, iya. Kata Varen, Bang Bryan sama anak VEROVER lagi kumpul di lapangan indoor. Lo disuruh nunggu di parkiran," ucap Moira.

"Okay. Thanks, Moira."

Moira hanya mengangguk seraya tersenyum. Sedangkan, Daisy langsung berjalan meninggalkan kelas. Dia berpikir untuk membeli minuman cup yang dijual di depan sekolah. Karena minuman yang Daisy bawa habis, ditambah kantin sudah tutup dan sekarang dia merasa sangat haus. Kini, Daisy sudah berjalan melewati gerbang sekolah.

Saat hendak menyebrang, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Seorang laki-laki keluar dan membekap mulut Daisy, lalu menariknya untuk masuk ke dalam mobil. Orang itu juga menempelkan kain ke wajah Daisy yang sudah diolesi dengan obat bius. Akhirnya, Daisy pingsan karena pengaruh obat bius tersebut.

Moira yang melihat kejadian itu sangat terkejut. Air matanya sudah mengalir membasahi kedua pipi. Moira segera menelepon Varen untuk menceritakan apa yang baru saja terjadi. Tidak lama kemudian, Varen, Bryan, dan anggota VEROVER lain datang menghampirinya.

"Lo pulang sendiri, ya. Gue dan yang lain mau cari Daisy," ujar Varen.

Moira hanya mengangguk sebagai jawaban dan langsung menelepon sopir di rumah untuk menjemputnya.

Seluruh anggota VEROVER yang diketuai oleh Bryan melajukan motor sport mereka meninggalkan SMA Trisakti. Varen juga sudah menghubungi Elang untuk ikut mencari Daisy. Untungnya, GPS Daisy masih terhubung dengan mereka. Dengan begitu, Daisy akan lebih mudah ditemukan selama mereka terkoneksi.

oOo

Elang sudah sampai terlebih dahulu di sebuah rumah minimalis yang dijaga oleh dua orang laki-laki. Cowok itu masih bersembunyi di depan gerbang dan menunggu Bryan datang. Tidak mungkin Elang melawan mereka sendiri. Elang sudah menghubungi Varen agar parkir di tempat yang jauh dari lokasi supaya tidak menimbulkan kebisingan.

"Elang," bisik Bryan yang datang bersama anggotanya.

"Bryan, Varen, Kaizo, kita serang mereka tanpa suara, terus terobos masuk," jelas Elang dengan suara pelan.

Ketiganya mengangguk dan langsung keluar dari tempat persembunyian. Mereka membuat dua laki-laki tersebut pingsan dengan mudah, kemudian mendobrak pintu. Belasan laki-laki yang sedang duduk di sofa langsung berdiri. Bryan memerintahkan anggotanya untuk masuk ke dalam dan mereka saling serang.

VEROVER menang karena jumlah mereka lebih banyak, padahal mereka masih anak SMA. Sedangkan, lawan mereka adalah laki-laki yang sudah lulus sekolah. Tatapan Bryan tertuju pada satu laki-laki yang familiar. Bryan mulai mengingat-ingat dan dia sudah tahu siapa laki-laki tersebut. Dia adalah laki-laki yang wajahnya ada pada gambar sketsa itu!

"Bang, ayo cari Daisy ke kamar-kamar!" ajak Varen.

Bryan mengangguk, lalu dia bersama Elang, Varen, dan Kaizo mulai membuka pintu-pintu kamar untung mencari keberadaan Daisy. Mereka sudah mencari ke 4 kamar dan menyisakan satu kamar terkunci yang belum mereka periksa. Dengan penuh tenaga, Bryan dan Elang mendobrak pintu itu dengan kakinya.

CANDYTUFT [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang