HAPPY READING!💗
oOo
Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba, yaitu hari kelulusan. Kini, Daisy tengah bersenda gurau bersama teman-temannya. Gadis itu berlari setelah mengotori seragam Nesya dengan cat semprot. Keduanya tertawa bahagia setelah Nesya menangkap Daisy dan langsung mencoret kembali seragam milik sahabatnya.
"Udah, Sya! Gue capek lari-larian," ucap Daisy.
"Aduh, gue juga capek banget ketawa terus," sahut Nesya seraya mengatur napasnya.
"Girls! Foto bareng, yuk!" ajak Moira.
"Ayo!" jawab Daisy dan Nesya bersamaan.
"Siapa yang fotoin?" tanya Sofia.
Daisy mengedarkan pandangannya dan terhenti pada Varen. "Woi, Varen! Fotoin kita bentar dong!"
"Oke, boleh! Satu foto, seratus ribu," balas Varen.
"Dih, apaan? Udah jadi miskin apa gimana?" sahut Nesya.
"Enak aja! Gue bercanda doang tadi. Ya udah, sini gue foto," ucap Varen.
Keempat gadis itu mulai berpose dengan Varen sebagai kameramen. Lalu mereka semua berfoto bersama menggunakan kamera depan. Setelah itu, Daisy langsung menyalakan kamera di ponselnya dan menggunakan kamera depan. Gadis itu segera mengirimkan foto tersebut kepada Elang.
"Daisy, ayo ke tengah!" ajak Nesya.
Keduanya berlari menuju tengah lapangan di mana air sedang disemprotkan oleh para guru. Mereka tidak takut baju mereka basah. Mereka sangat gembira bermain air dan juga cat semprot. Pandangan Daisy teralihkan kepada Varen bersama Kaizo yang sedang sibuk sendiri di pinggir lapangan.
Ternyata, mereka sedang mempersiapkan mesin confetti. Tak lama kemudian, potongan kertas-kertas kecil itu berjatuhan memenuhi sekelilingnya. Pesta perpisahan mereka sangat meriah. Dan dapat dipastikan, jika pesta ini tidak akan terlupakan oleh mereka nanti setelah menjadi alumni SMA Trisakti.
oOo
5 tahun kemudian.
Daisy berjalan menghampiri Elang dengan senyum yang terus terukir. Gadis itu baru saja selesai melakukan bimbingan skripsi dengan Dosen. Elang yang dari tadi bersandar di bumper depan mobilnya ikut mengembangkan senyum setelah melihat Daisy. Kini, keduanya berdiri berhadapan dengan senyuman yang tidak ingin pudar.
"Kak Elang, udah lama nungguin Daisy?" tanya Daisy.
"Enggak. Baru sekitar lima belas menit," jawab Elang.
"Aduh, udah lumayan lama dong."
"Enggak, Daisy. Gimana bimbingannya?"
"Aman, Kak. Daisy kan pintar," jawab Daisy bangga pada dirinya sendiri.
"Syukurlah. Lo nggak bareng sama Zidny?" tanya Elang.
"Kak Elang nyari aku?" balas gadis bernama Zidny yang baru saja datang.
"Tadi Zidny ke kamar mandi dulu, makanya kita nggak bareng," jelas Daisy.
Daisy dan Zidny berada di kampus dan jurusan yang sama, yaitu Psikologi. Bahkan, keduanya telah menjadi teman dekat sejak awal masuk kuliah. Zidny berteman dengan Daisy karena Daisy baik. Sedangkan, Daisy berteman dengan Zidny karena gadis itu terlalu polos. Daisy tidak ingin orang lain memanfaatkan gadis sepolos Zidny.
"Padahal udah sama pacarnya, tapi kok masih nyariin Zidny. Nanti Daisy cemburu loh, Kak," ujar Zidny dengan maksud bercanda.
"Mana mungkin gue cemburu sama lo!" balas Daisy.
KAMU SEDANG MEMBACA
CANDYTUFT [SELESAI]
Fiksi RemajaSeperti makna bunga candytuft yang melambangkan ketidakpedulian, begitulah cara Daisy menghadapi Elang. Meskipun sering diabaikan, Daisy tidak pernah peduli. Daisy akan melakukan apa saja untuk mendekatkan diri dengan Elang dan membuatnya merasakan...
![CANDYTUFT [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/326060770-64-k253787.jpg)