HAPPY READING!💗
oOo
Varen melangkahkan kaki menuju parkiran bersama dengan Moira. Cowok itu melihat dua pria dengan pakaian serba hitam yang tidak asing berada di depan gerbang sekolah. Varen meminta Moira menunggu di dekat motor sportnya, kemudian berjalan menghampiri dua pria tersebut.
"Kalian ngapain di sini?" tanya Varen kepada dua pria yang ternyata adalah bodyguard di keluarganya.
"Tuan Muda," balas keduanya seraya menunduk hormat.
"Ada urusan apa di sini?" tanya Varen lagi.
"Tuan Besar menyuruh kami untuk mengawasi Tuan Muda Varen, supaya tidak dekat dengan Nona Daisy," jawab salah satu bodyguard.
"Astaga, segitunya? Daisy bukan virus yang harus gue hindari, jadi kalian nggak perlu lakuin ini," ujar Varen.
"Tetapi, ini adalah perintah dari Tuan Besar. Kita akan tetap melakukannya meski Tuan Muda tidak suka," sahut bodyguard satu lagi.
Varen meremas kasar rambutnya. "Oke, terserah kalian. Tapi, jangan sampai Daisy tau kalo kalian orang suruhan Ayah. Gue nggak mau situasi makin kacau gara-gara ini."
"Baik, Tuan Muda," jawab keduanya bersamaan.
Varen berjalan meninggalkan kedua pria itu. Dia menghampiri Moira yang menunggunya seraya berjongkok di dekat motor sportnya. Gadis itu sedang menggulir-gulir beranda di aplikasi Tiktok. Moira yang mengetahui Varen kembali segera berdiri dan memberikan senyum kepada Varen.
"Ada apa?" tanya Moira.
"Ayah nyuruh dua bodyguard buat ngawasin gue di sekolah," jawab Varen.
Moira memandang ke arah gerbang sekolahnya dan benar saja, ada dua pria dengan pakaian serba hitam di sana.
"Gue jadi curiga, pasti ada sesuatu yang sampai bikin Om Damar marah. Mungkin, hal ini yang bikin kalian harus jauhin keluarga Daisy," jelas Moira.
"Bukannya Ayah marah karena tau tentang keburukan keluarga Daisy?" balas Varen.
"Selain itu, pasti ada hal lain lagi. Kita harus selidiki biar tau kebenarannya."
Varen menganggukkan kepala. "Lo benar, Moi. Tapi, kita harus mulai dari mana?"
Moira nampak berpikir seraya mengetuk-ngetuk jari telunjuk pada dagunya. Varen ikut memikirkan rencana yang akan mereka lakukan. Beberapa saat kemudian, sebuah ide muncul di otak Moira.
"Kira-kira, di mana tempat yang Ayah lo nggak izinin orang lain buat masuk?" tanya Moira.
"Oh, iya! Ruang Kerja Ayah di rumah."
"Nah! Mungkin, di situ ada jawabannya," ucap Moira.
"Untung pacar gue pintar. Kita mulai sekarang?"
Moira tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Keduanya naik ke atas motor sport Varen. Cowok itu melajukannya dengan kecepatan sedang. Mereka akan menuju rumah Varen untuk mencari bukti-bukti.
Setelah perjalanan sekitar 25 menit, akhirnya mereka sampai. Varen menghentikan motor sportnya di depan garasi rumah. Kemudian, Varen menggandeng tangan Moira untuk masuk ke dalam rumahnya. Mereka berpapasan dengan Bunda Livia di pintu masuk.
"Eh, ada Moira," ujar sang Bunda seraya tersenyum senang.
Moira menyalimi wanita itu. "Iya, Bunda. Bunda mau ke mana?"
"Bunda mau belanja ke Supermarket sama Bi Imah. Dari pagi belum sempat, jadi baru belanja sekarang," terang Livia.
"Ya udah, hati-hati, Bunda. Kita masuk dulu," ucap Varen.
KAMU SEDANG MEMBACA
CANDYTUFT [SELESAI]
Teen FictionSeperti makna bunga candytuft yang melambangkan ketidakpedulian, begitulah cara Daisy menghadapi Elang. Meskipun sering diabaikan, Daisy tidak pernah peduli. Daisy akan melakukan apa saja untuk mendekatkan diri dengan Elang dan membuatnya merasakan...
![CANDYTUFT [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/326060770-64-k253787.jpg)