Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

46 - PENYITAAN ASET

116 40 57
                                        

HAPPY READING!💗

oOo

Liburan sekolah kali ini Daisy gunakan untuk bermain bersama Bryan dan Melva. Daisy sedang berada di timezone yang tidak jauh dari rumah mereka. Kini, Daisy dan Melva sedang memainkan permainan Whack A Mole. Sementara, Bryan hanya duduk santai seraya bermain ponsel. Daisy yang melihat itu menghela napas kasar, lalu menghampiri sang kakak.

"Bang, main ponsel bisa di rumah, kan? Sekarang, lo mending main bareng gue dan Kak Melva," ujar Daisy.

"Sorry. Gue mau duduk aja, capek," balas Bryan.

"Dia emang kaya gitu, Sy. Makanya, kadang gue ngerasa lagi jalan sendiri walaupun bareng Bryan," sahut Melva.

Daisy menatap Bryan dan Melva bergantian. "Jadi, Bang Bryan juga suka cuekin Kak Melva pas lagi jalan bareng?"

"Iya, Sy. Walau nggak sering, tapi tetap aja bikin gue bad mood," jawab Melva.

Daisy menepuk jidatnya, lalu menarik tangan Bryan. "Ayo, Bang. Gue jamin lo pasti suka permainan ini."

Bryan hanya pasrah ketika Daisy menariknya ke area permainan Bumper Cars. Daisy menghampiri penjaga permainan tersebut dan mulai membayar untuk 3 orang. Ketiganya memilih mobil kesukaan mereka dan bermain dengan perasaan gembira.

oOo

Levin bersama Elena memasuki rumah Damar dengan dikawal oleh dua pria berbadan kekar. Keduanya berjalan mendekati Damar yang sedang duduk angkuh di sofa. Sedangkan, Damar tersenyum miring ketika Levin dan juga Elena sampai di hadapannya. Damar langsung menutup sebuah dokumen yang sedang dia baca.

Sementara di sisi lain, Livia yang baru selesai mandi mendengar suara bising berasal dari ruang tamu. Karena penasaran, wanita itu berjalan keluar dari dalam kamar. Livia terkejut setelah melihat apa yang sedang terjadi di rumahnya. Saat hendak menuruni tangga, Livia ditahan oleh dua bodyguard suruhan suaminya.

"Saya akan melakukan apa saja asal Daisy dan Elang tetap bersama," ujar Levin, pria itu duduk di lantai bersama Elena.

"Apa saja?" ulang Damar.

"Ya. Apa saja."

"Termasuk menyerahkan seluruh harta milikmu padaku?"

Levin, Elena, dan Livia sama-sama melebarkan mata mereka. Sungguh tidak terduga jika Damar akan mengatakan itu sebagai syarat. Levin tampak berpikir, lalu menatap istrinya yang sudah meneteskan air mata. Levin menghela napas pelan dan kembali menatap Damar.

"Tentu. Ambil saja," ucap Levin.

"Baik. Ricky, bikin surat penyitaan aset, sekarang!" tegas Damar.

Pria bernama Ricky segera meninggalkan ruang tamu untuk membuat surat penyitaan aset dengan segera. Setelah 2 menit, Ricky kembali dengan membawa surat tersebut. Damar menerima surat dari Ricky dan membacanya. Kemudian, Damar meletakkan surat dan pulpen ke hadapan Levin untuk ditanda tangani.

"Tanda tangani surat itu sekarang, lalu aku bebaskan Elang kembali dengan putrimu," ujar Damar.

Levin menghela napas panjang, lalu mulai menandatangani surat penyitaan aset tersebut. Setelah semua selesai, Damar menyuruh Levin dan Elena pulang untuk membereskan barang mereka. Karena mulai sekarang, rumah Levin telah menjadi milik Damar.

Livia yang melihat semua itu mengepalkan kedua tangannya. Ada emosi yang tersirat di balik tatapannya kepada sang suami. Wanita itu berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Setelah merasa aman, Livia mengeluarkan ponsel dan mulai menghubungi seseorang.

CANDYTUFT [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang