ketika dokter magang menyelamatkan tentara yang bersimbah darah di unit gawat darurat, betapa terkejutnya melihat wajah lelaki tampan terbujur kaku di bangsal adalah seseorang yang ia kagumi sewaktu masa Sekolah
Apakah cinta lama dokter cantik ini t...
"Semenjak ayah meninggalkan ibumu" pria itu melemparkan senyum samar tak henti menatap wajah anaknya meski sang gadis tak menoleh kepadanya sama sekali.
angin malam yang dingin begitu menusuk kulit, satria membenarkan rambut coklat yang menutupi wajah putrinya, perlahan tangan gagah itu turun kebahu memberikan usapan lembut hingga membuat getaran kehangatan. Ahlia tak mengelak bohong jika ia tidak merindukan sentuhan hangat dari sang ayah.
"kamu gadis pemberani Nak, ayah bangga" lirih satria menatap lembut putrinya. pertahanan Ahlia runtuh kala satria mengecup puncak kepalanya dia tak bisa menahan bulir bening jatuh perlahan dipipi mulusnya, namun gengsi nya menutupi itu, ia menyembunyikan wajah sembab dibalik seragam satria, tak ada balasan pelukan dari Ahlia.
"masih marah?" tanya satria yang tak mendapat balasan pelukan dari putrinya, satria mengusap lembut punggung Ahlia ketika menyadari tubuh sang anak bergetar sembari melanjutkan ucapanya " kamu begitu mirip dengan ibu mu, ego kalian sama-sama tinggi" kekeh satria.
Satria melepas pelukanya, detik itu juga Ahlia memalingkan wajahnya menghapus rjejak pilu di pipinya.
"kenapa ayah selalu menempatkan Zein dalam bahaya?" tanya Ahlia
sontak satria terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan Ahlia hampir saja ia tersendak asap tembakau " karena itu resiko dari profesinya nak, seorang kapten pasukan khusus punya tanggung jawab akan perlindungan negara"
Ahlia tertawa getir mendengar jawaban Satria " apakah negara melindunginya? ketika aku melihat sendiri bagaimana pekerjaan zein hanya satu yang aku gambarkan ayah, kau tahu apa? "kematian" bagaimana aku akan tenang menikah dengannya, bisa kau hentikan misi seperti ini, jadikan ini misi terakhir"
satria berusaha tetap tenang mematikan tembakau di tanganya." ayah mengerti kecemasamu, tapi jangan menjadi emosional nak, kamu harus mengerti bagaimana kecintaan Zein dengan profesinya jangan karna cinta, kamu membuat Zein dilema dengan merelakan ambisinya"