32. Malam pertama

4.2K 114 10
                                        

"Ego mu terlalu tinggi Nona,
sampai kamu lupa dengan Lelaki yang lebih mengutamakan dirimu dari pada dirinya sendiri, yang kamu tau hanya sakitmu saja tanpa kau tau sakitnya dia"

-Misi terakhir

Ngilu bukan main ketika Ahlia berusaha bangkit dari Singgasana pengantin, perlahan ia mentralkan rasa nyeri di sekitaran betisnya bagaimana tidak, berdiri sambil bersalaman dengan dua ribu tamu undangan membuatnya begitu kelelahan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ngilu bukan main ketika Ahlia berusaha bangkit dari Singgasana pengantin, perlahan ia mentralkan rasa nyeri di sekitaran betisnya bagaimana tidak, berdiri sambil bersalaman dengan dua ribu tamu undangan membuatnya begitu kelelahan.

"Ada apa?" tanya Zein mendengar ringisan kecil dari perempuan disebelahnya.

"ga tau Mas, tiba-tiba Kaki aku nyeri banget" jawab Ahlia berusaha menyeimbangkan kedua kakinya.

"Ehh-" Ahlia kaget memundurkan Kaki mungilnya melihat tubuh tegap Zein menunduk dan menyibak gaun miliknya menampakan sepasang tumit yang sudah memerah.

"Bagaimana bisa kamu pakai sepatu yang menyakiti diri seperti ini?" decak Zein mendongak sembari melepas Heels Ysl berwarna putih tulang melekat di kaki Ahlia. Perlakuan Zein membuat Ahlia membeku sesaat, Shitt! ini seperti di film Cinderella

"Aku bisa melepasnya sendiri Zein"  Cicit Ahlia

"Saya suami kamu, lagi pula dengan gaun ini buat kamu kesusahan". Heels tersebut sudah berada di genggaman tangan Zein.

Netra gelap milik Zein menyusuri wajah pucat Ahlia, Nampaknya Istrinya ini sudah kelelahan. "Pulang sekarang", oh tidak Nada bicara Zein bukan seperti permintaan melainkan perintah.

Ahlia melirik Sepasang heelsnya yang yang dikait pada jemari tulunjuk Zein. "Masak Aku pulang Nyeker si Mas? ga mau Ah" Tolak Ahlia ingin  memakai kembali sepatunya, namun diluar Prediksi satu lengan besar menarik kedua lipatan lutut sang gadis hingga keseimbangan Tubuhnya jatuh pada pelukan Zein. oh tidak tangan itu naik hingga ke bawah paha, karena takut jatuh kedua lengan kecil itu mengalung mendadak di leher Zein. satu hentakan menguncang tubuh Ahlia hingga naik kegendongan Suaminya. ya kini dia akui Suaminya.

"Mas, gila ya!" wajah Ahlia merah padam mendengar pekikan riuh dari para tamu, bahkan banyak rekan mereka yang tak segan mengabadikan dengan ponsel momen romantis tersebut "Turunnin ga?" kesal Ahlia menjambak rambut Zein dari belakang.

Zein menggeleng dengan smrik khasnya kala jambakan kecil Ahlia tak terasa apapun baginya hingga langkah panjangnya melintasi karpet merah, untuk menutup rasa malu Ahlia menyembunyikan wajahnya dibalik ceruk leher suaminya. Tubuh ringkih Ahlia berhasil digendong Zein dengan satu tangan sembari tangan satunya mengait heels yang ia rutuki sedari tadi. "tidak akan saya biarkan kamu berjalan dengan sepatu lancip ini" 

...

Sehabis selesai acara, keluarga dan para tamu jauh diarahkan beristirahat dikediaman wriyono karena jarak gedung pernikahan yang tak terlalu jauh. Zayendra menatap sekeliling ruangan yang di dominasi nuansa jati memancarkan vibes Vintage, kediaman wriyono sangat besar kali ini dia benar-benar kesasar.

Misi TerakhirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang