28. Akhir?

3K 145 14
                                        

"Obsesi adalah tarian cinta yang berbalut kegilaan"
Tondas Maxeliano

"Obsesi adalah tarian cinta yang berbalut kegilaan"Tondas Maxeliano

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

budayakan vote sebelum baca!

budayakan vote sebelum baca!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

Maxel mengertak rahangnya kuat, dada yang naik turun menandakan makin tersulut emosi, penuturan Ahlia yang begitu berani seolah menganggap maxel manusia terjijik sedunia yang tak berhak mendapatkan cinta gadis manapun,
diraihnya tangan seputih susu milik Ahlia lalu mengusap punggung tangan gadis itu dengan dagu tajamnya dapat maxel rasakan tubuh ahlia menegang seketika.

"kau berbohong baby, detak jantungmu berkata lain sedikit sentuhan saja kau mulai ketakutan"
suara deep Maxel membisik di telinga Ahlia.
sang gadis menetralkan nafasnya memburu ketika ucapan tak sejalan dengan reaksi tubuhnya, dasar bodoh kenapa dia harus sok berani, sama saja telah menceburkan diri ke lubang buaya.

" Xel..," suara lembut menggema ditelinga Maxel membuat sorot tajamnya meredup

"bisakah kita bicarakan baik-baik, kita adalah teman.. kenapa kau menyakiti ku seperti ini" ucap Ahlia mengunci tatapan mereka sejenak dengan netra cantiknya yg sudah berkaca-kaca.

Maxel menyeringai halus diiringi tatapan mengerikanya "nona grace, sadarkah selama ini kau selalu menyakiti pemuda bajingan ini, fine..kita adalah teman, tapi adakah hari dimana kau bertanya sebagai seorang wanita, tentang siapa yang aku suka? bagaimana tipe ideal wanita ku? dan rasa seperti apa yang aku simpan untukmu?"

Ahlia memang menjadi manusia tidak peka sepanjang masa semua yang maxel lakukan untuknya kilatan memori kedekatan mereka berputar di otak mereka masing-masing. kenapa dia tak pernah sadar sama sekali. Ahlia tak dapat membendung air matanya yang bahkan sudah mengering, pandanganya semakin memburam sedari dia disekap belum ada air membasahi kerongkonganya, posisi Maxel yang jongkok meremas tengkuk Ahlia semakin membuatnya ketakutan dan tertekan.

"What's wrong?" perasaan begitu berkecamuk dalam dada maxel melihat keadaan Ahlia belum pernah ia lihat, sebegitu meyedihkanya dan itu akibat ulahnya sendiri.

Misi TerakhirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang