empattiga

607 44 5
                                        

flashback

tawuran besar besaran terjadi, tawuran yang algra ciptakan terjadi sangat ricuh

ada yang bawa senjata tajam, seperti belati, celurit, dan benda tajam lainnya

pasukan algra sangat banyak sedangkan Dika sedikit. ditambah, banyak sekali pasukan Dika yang sudah tumbang

Dika kini sedang di hajar oleh algra, algra mengukung Dika lalu memukuli nya habis habisan

bughh

bughh

algra menarik kerah baju Dika "kalo aja lo ga keluar dari Braga, dan memutuskan pertemanan kita ga aka kayak gini Dika!"

bughh

"gue ga suka lo sekarang berubah!"

"argh! ga ada yang memutuskan pertemanan disini! lo salah paham, gra"

bughh

"brengsek! salah paham gimana? lo keluar dari Braga, dan lo lebih milih temen baru lo itu daripada gue!"

"gue benci sama lo Dika"

bughh bughh bughh

algra memukul dika terus menerus tak berhenti, Rasya yang melihat Dika sedang di hajar algra berlari untuk membantu Dika, namun banyak pasukan algra yang menghalangi dengan menyerangnya

ada satu orang asing yang datang dengan membawa pisau, ia memakai selungkup berwarna hitam dan Hoodie merah. ia berlari dengan mengarahkan pisaunya

Dika yang melihat orang asing itu, seperti akan menyerang algra. ia segera membalik tubuh algra untuk melindungi algra dari serangan orang itu

orang asing itu menusukan pisaunya, tapi... bukan dirinya

brukk

"langit!"

langit terjatuh menimpa Dika dan algra

brakk

Rasya menendang orang itu, hingga tersungkur. orang itu gelagapan segera lari

"woy mau kemana lo!"

"lang, langit!!" Dika menepuk pipi langit pelan, namun langit tak memberi respon

"dik, lo gapapa?" tanya Rasya

"langit, tolongin langit"

langit pun dibawa ke rumah sakit dan segera mendapatkan penanganan

"ini semua gara gara lo Dika! lo penyebab langit jadi kayak gini, kalo terjadi apa apa sama langit, gue ga akan maafin lo!" ucap algra marah

"playing victim, bangsat!"

"kenapa?! orang ini salah dia kok, itu orang dari pasukan lo kan? dia mau nyerang gue" bentak algra

"heh anjing! Dika aja mau ngelindungi lo yah, tapi emang langit aja yang mau nolongin dia! harusnya lo maksih sama Dika, karna dia mau ngelindungi lo!" ucap Rasya

"makasih? makasih buat apa? dia udah bunuh langit"

"dia belum mati, anjing!" bentak Dika

"lo ga liat? lukanya parah Dika! itu semua gara gara lo! intinya gara gara lo, bukan gue!" ucapnya lalu pergi

"anjing sialan, ga mau terlibat banget dia, padahal ini juga ulah dia" ucap rasya

Ini Kisah Dika Adara [DIRA] - endCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang