"kenapa?" tanya dika
"Adara kenapa si?" ucap Aluna balik bertanya
"maksud lo? dia gapapa tuh"
"dia kayak berusaha biar gue ga Deket Deket sama lo! maksud dia apa coba?" protes aluna
"emang masalah buat lo?"
"ya iyalah Dika! dan lo, kenapa lo ga nolongin gue? lo lebih nolongin Adara di banding gue"
"ya karna Adara prioritas gue"
"gue ini sahabat lo yah!'
"Aluna, gue tetep anggap lo sahabat gue. tapi, kalo di antara lo berdua kenapa napa, gue bakal tetep pilih Adara di banding lo"
"lo berubah"
"engga, gue tetep sama"
"kenapa si Dika? kenapa lo ga pernah ngerti?! gue maunya lo"
"lo bilang suka sama arka, lo perjuangin dia. jangan gue"
"tapi arka suka sama adara"
"ga peduli, gimanapun Adara milik gue. gue ga akan biarin orang manapun rebut Adara, termasuk arka"
"gue benci sama Adara"
"jangan"
"dia salah, karna udah masuk ke kehidupan lo berdua dan rebut posisi gue"
"dia ga salah, lo benci gue aja. jangan Adara"
Adara melihat Dika dan Aluna yang sedang ngobrol, berduaan
"ihh apa nih? janjinya ga Deket Aluna, ini apa? mana di tempat sepi lagi!!!" gumam Adara dengan ekspresi jengkel
Adara pun menghampiri dika "hai sayanggg" ucapnya sambil berjalan ke arah Dika dan langsung duduk di pangkuan nya
tentu saja Dika kaget "ehh, babe!"
"ada apa ini? kok berduaan? asik banget kayaknya"
"engga ada sayang"
Adara berbalik menatap Dika "sayang, kamu lupa sama janji kamu?" tanya Adara sambil tersenyum, tapi bagi Dika itu serem. Adara mengalungkan tangannya di leher dika, dan menatapnya tajam. posisinya masih sama yah, Adara duduk di pangkuan Dika.
"engga sayang"
"terus? ini apa, sayangg?"
Aluna jengkel, ia langsung beralih pergi meninggalkan mereka berdua
"Ra, aku cuma ngobrol dikit sama dia"
"bodo!" ucapnya lalu beranjak dari pangkuan Dika dan pergi begitu saja
****
"Aluna kemana?" tanya dika
"pulang" ucap Gibran
"kenapa?"
"tau, tanya aja sendiri"
"dia pulang sendirian? kenapa lo ga anterin aja si, gib" ucap Dika. Adara menatap Dika dengan tatapan tak suka
"kenapa? kok perhatian banget kayaknya!" ucap Adara terdengar menyeramkan bagi Dika. bukan apa apa dia udah kayak kucing yang ekornya ke injek, siap nyakar
"sayang.... ayolah, jangan gini..." rengek Dika
"kamu mau samperin dia? yaudah sana! anterin sekalian" ucapnya lalu berjalan meninggalkan mereka. Dika langsung mengikuti Adara
"sayang, aku cuma kasian sama dia pulang sendirian. kan dia sama kita kesini, pulangnya pun juga harus bareng kan. apalagi dia pulang tiba-tiba, aku harus mastiin dia baik baik aja dong"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ini Kisah Dika Adara [DIRA] - end
Teen Fiction"lo sentuh dia artinya lo siap mati di tangan gua"ucap dika penuh penekanan - "kak pengin peluk"ucap Adara merentangkan tangannya - "I LOVE YOU ADARAAA"teriak dika memberi tau seluruh dunia bahwa ia sangat mencintai gadisnya penasaran dengan kisah m...
![Ini Kisah Dika Adara [DIRA] - end](https://img.wattpad.com/cover/376819827-64-k586054.jpg)