empattujuh

596 48 30
                                        

"Ra, lo ga mau cerita?" tanya Naura. saat ini ia sedang di rumah adara

"cerita apa?"

"tentang masalah lo sama Dika" Adara menghela nafas panjang "Dika selingkuh?"

"hah? engga!"

"terus?"

"gue ragu sama ka Dika"

"kenapa? dia itu sayang banget loh sama lo"

"gue tau, kemarin kemarin gue ngiranya juga begitu. dia sayang dan tulus sama gue"

"terus, kenapa lo sekarang kayak ga yakin? lo raguin dia?"

"Nau, menurut lo kalo orang udah sayang itu bisa lakuin hal apapun buat pasangannya?"

"iyalah!"

"dia bakal terbuka sama kita?"

"ya jelas lah, namanya aja pasangan. ga boleh ada rahasia, harus terbuka satu sama lain, ntah lah hal sepele pun harus terbuka. itu adalah kunci dalam hubungan"

"tapi ka Dika ga bisa, dia anggap itu beban buat gue"

"maksud lo?"

"gue ga tau masalah apa yang lagi dia hadepin sekarang, gue ga tau semua tentang dia Nau. gue kurang apa? apa yang salah sama gue? sampe ka Dika butuh orang lain buat ungkapin isi hatinya?"

"Ra, Dika lakuin apa sama lo?"

"ka Dika ga bisa terbuka sama gue nau, dia lebih milih cerita semuanya sama Aluna. terus gunanya gue apa? gue bukan pacar yang baik buat dia, terus buat apa gue lanjutin hubungan ini?"

"Ra, lo udah jadi pacar yang baik, lo udah perfect. jangan pernah mikir kayak gitu lagi yah!"

"Adara, coba lo jangan ngehindar kayak gini, kasih Dika waktu buat jelasin semuanya sama lo, gue yakin dia punya alasannya"

"pasti dia bakal ga jawab jujur, gue males!"

"kita ga tau, coba lo kasih dia kesempatan. kalo lo terus ngehindar dan ga mau ngobrol sama dia, mau sampe kapan?"

"Adara, lo berdua bukan butuh waktu, lo berdua cuma butuh deep talk. coba deh, omongin masalah ini baik baik"

"gue harus bikin mereka tuh bisa balikan lagi" batin Naura

****

tak

tak

tak

"suara apasi?" gumam adara. ada suara seperti seseorang melempar sesuatu ke arah kaca

Adara berjalan ke arah kaca, ia membuka sedikit tirai nya. takut juga kalo penjahat, secara ia hanya berdua dirumah bersama mbok Atik

terlihat Dika "ka Dika? ngapain si" Adara membuka tirai nya dan membuka jendela nya "ada apasi kak?" tanya nya

"turun dulu" ucap Dika dengan suara sedikit keras

"ngapain?"

"aku perlu ngomong sama kamu"

"udah malem, besok aja!"

"Adara, jangan gini dong"

"aku lagi ga mood buat ngobrol, kamu pulang aja sana udah malem, mau hujan juga"

Ini Kisah Dika Adara [DIRA] - endCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang