empatsembilan

646 51 12
                                        

Dika sedang menikmati rokoknya, namun tiba-tiba ada yang mengambil rokok nya dengan paksa dan membuangnya

"anjing!" umpatnya kaget "Adara?"

"kenapa? mau marah?"

"engga, kamu ngapain disini?"

"aku nungguin kamu"

"kamu dari tadi disini?" tanya dika

"iyaaa" Adara memang sedari tadi menunggu Dika di belakang, menatap punggung pria itu sedari tadi tak berani menghampiri

"kenapa ga nyamperin kesini?"

"aku ga mau ganggu" ia beralih duduk di sebelah Dika "Kaka masih sedih?"

"engga, siapa yang sedih?"

"tuh!" Adara menunjuk ke mata Dika "mata Kaka ga bisa bohong, ada kesedihan disana"

Dika tersenyum "sok tau!"

"Kaka ga bisa bohong sama aku!"

"iya deh, sekarang udah ga sedih lagi. karna ada kamu disini"

Adara menatap Dika lekat "kenapa liatin nya gitu banget?" tanya dika

"aku ga liat ada kebohongan di mata Kaka saat Kaka bilang, karna ada aku Kaka udah ga sedih"

Dika menggelengkan kepalanya sambil tersenyum "kalo tentang kamu, itu ga bohong"

"jadi, ada gunanya dong aku kesini"

"bukan hanya disini aja kamu berguna, tapi di hidup aku juga kamu sangat berguna"

"terus aku harus apa biar lebih berguna?"

"peluk aku"

****

"guys, kita harus bikin tempat ini jadi tempat yang romantis buat candle light dinner Dika dan Adara" ucap naura

"semoga aja dengan effort kita ini, mereka bisa balikan lagi" ucap Irsyad

"iyaa, gapapa deh tiap hari mereka mesra mesraan di depan gue, ikhlas gue mah!" ucap angga

"iya daripada diem dieman kayak gini kan ga seru" ucap vio, ya tidak lupa dia tetap ikut

"emang rencana nya gimana si? gue ga paham" tanya Gibran

"nanti Adara suruh di rumah aja, siap siap. kalo Dika mah gampang, dia ga akan kemana mana paling lagi di markas" ucap vio

"siapa yang di rumah? maksud gue buat make sure dia" tanya Rasya

"ga mungkin cewe cewe ini kan?" tanya Irsyad

"terus kalo bukan kita siapa?" tanya naura

"ga bisa!" ucap mereka kompak

"kenapa?"

"kita ga ngerti buat ngedekor dekor kek gini!" ucap angga

"masa ga bisa? kamu juga ga bisa?" tanya Naura pada Rasya

"ga bisa sayang"

"terus siapa yang kerumah buat make sure Adara?"

"arka"

****

Dika sudah mengantar Adara pulang. saat ia masuk rumah, ia kaget dengan adanya seseorang

Ini Kisah Dika Adara [DIRA] - endCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang