"ini rekaman apasi?" tanya naura
"matiin syad!" ucap rasya
"ga bisa!"
"flashdisk lo salah kali!"
"tunggu..." ucap arka
"kamu ga cinta sama aku... kamu lebih pilih wanita itu... anak kita gimana? dia juga kan anak kamu..."
"mama" panggil Aksa, ia beralih ke arah Cintya "mama kenapa? kok nangis? ada yang jahatin mama?"
"om siapa?"
"saya baskara"
"ada perlu apa anda kesini? dan apa hubungan anda sama mama saya? kenapa dia nangis kayak gini?"
"saya ga bermaksud buat mama kamu seperti ini, saya hanya---"
"dia jahat..." tukas Cintya
"dia ngapain mama?"
"usir dia... mama ga mau ada dia! dia jahat sama mama..."
"apa yang sudah anda lakukan pada mama saya?!" ucap Aksa penuh amarah "sekarang, anda pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi kesini!"
"baik, saya minta maaf jika kedatangan saya mengganggu" ucap baskara "Cintya, aku pergi dulu yah"
"ma, dia siapa si? apa yang udah dia lakuin sama mama sampe mama nangis kayak gini?"
"dia ga mau ngakuin kamu anaknya"
semua melihat rekaman itu dengan seksama, tentu saja mereka semua tercengang
"Aksa? anak papa?" ucap arka dengan mata yang sudah berkaca kaca
atensi mereka menatap arka dengan tatapan terkejut "itu papanya arka?" bisik angga pada Irsyad
"arka" Adara menghampiri arka yang mematung, mencerna apa yang ia lihat, apakah ini nyata? papa yang selalu ia banggakan ternyata berkhianat? tatapannya kosong
"kak?" Adara menatap Dika seakan meminta izin untuk menyentuh arka, Dika mengizinkan
"arka..." ia meraih tangan arka
"Adara, ini nyata?"
"lo tenang dulu yah, kita cari tau dulu"
"tapi ini udah jelas banget,Ra"
"siapa yang udah sabotase ini?" lanjutnya bertanya
"gue suka drama ini" batin vio
"anjing!" umpatnya lalu pergi, sebelum itu ia menatap vio dengan tatapan tajam menusuk
"arka!!"
"jangan di kejar" cegat Dika
"kak? aku tau dia sebegitu percaya sama papanya, dia selalu banggain papanya di depan semua orang. tapi sekarang, dia dapet kenyataan pahit. dia pasti terpuruk banget!"
"iya aku tau, tapi dia lagi emosi, takutnya kamu yang jadi sasaran"
"kita ikutin dia yuk"
"ar, kenapa kenyataan di hidup kita penuh plot twist" batin Dika
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Ini Kisah Dika Adara [DIRA] - end
Teen Fiction"lo sentuh dia artinya lo siap mati di tangan gua"ucap dika penuh penekanan - "kak pengin peluk"ucap Adara merentangkan tangannya - "I LOVE YOU ADARAAA"teriak dika memberi tau seluruh dunia bahwa ia sangat mencintai gadisnya penasaran dengan kisah m...
![Ini Kisah Dika Adara [DIRA] - end](https://img.wattpad.com/cover/376819827-64-k586054.jpg)