empatlima

556 49 6
                                        

"kenapa berenti?" tanya arka bingung

Adara menunjuk ke satu arah... Dika dan Aluna

"bangsat!" lirih arka

"ka Dika... sama Aluna?"

"ra, itu bukan Dika lo salah liat" ucap arka menarik Adara pergi agar Adara tidak menghampiri mereka

"itu ka Dika arka, dia kenapa? kenapa dia berantakan banget? kenapa dia disini? hujan hujanan lagi? terus kenapa dia nangis? kenapa dia peluk... Aluna? lagi.." ucap Adara penuh pertanyaan

"mending kita pergi aja, ayok!" arka menggandeng tangan Adara

"ga, gue pengen tau. kenapa ka Dika disini" Adara menghampiri mereka, mau tak mau arka mengikutinya dengan tetap memayungi Adara

"lo tenang dulu yaa" ucap Aluna, ia mengusap punggung Dika

"ini terlalu berat buat gue lun, gue ga sanggup, gue bingung, gue harus gimana? ternyata selama ini gue bukan anak mereka, gue anak siapa? se gak diinginkan nya itu gue di hidup seseorang? bahkan di hidup ibu kandung gue sekalipun?"

"jangan mikir kayak gitu dik, banyak yang sayang sama lo! ibu lo pasti punya alasannya"

"apa? bahkan dia ga mikir seribu kali saat dia ngasih gue ke mama Laras"

"gue ga tau Dika, tapi pasti ada satu alasan kenapa ibu kandung lo malah ngasih lo ke orang lain. sekarang, lo tenang dulu jangan luapin emosi lo dengan cara lukain diri sendiri, itu malah bikin lo tambah sakit"

"gue ga tau harus gimana kalo ga ada lo, aluna"

"sekarang ada gue, Dika. gue bakal selalu ada buat lo, sampai kapanpun lo tetep butuh gue"

"thanks, lo udah ada di saat masalah hidup gue terus menumpuk. gue ga tau kalo ga ada lo, mungkin gue selalu nyimpen masalah gue sendiri sampe gila, thanks lo udah balik ke gue. gue pasti bingung banget kalo ga ada lo, untungnya ada lo, Aluna." ucap Dika

tak terasa air mata Adara sudah meluruh, apa apaan ini?

"kak? maksud kamu apa?"

Dika dan Aluna kelimpungan kaget, Dika menatap Adara kaget. sejak kapan Adara disini? pikirnya

Dika langsung berdiri di hadapan Adara "Adara"

Adara tak menjawab sama sekali, ia masih bingung dan mencerna semuanya, that 'untungnya ada lo?' maksudnya apa?

"Adara, kamu ngapain disini?" stupid, Dika malah bertanya

"apa maksud kamu?" tanya Adara sekali dengan suara keras bersautan dengan derasnya hujan

"apa, babe?"

"tadi"

"itu... aku bisa jelasin"

"sekarang"

"ga, nanti aku jelasin yah. ini hujan, babe! kamu ngapain disini? ini jauh dari rumah kamu"

"jelasin sekarang"

"babe..."

"aku ga ngerti apa yang di omongin kamu sama Aluna tadi, apa maksud kamu? dan kenapa kamu harus mendem masalah kamu sendiri? kan ada aku? ga harus Aluna kan? aku ini apa?"

Dika diam tak menjawab dan Aluna pun diam, ia takut untuk angkat bicara. Dika menatap arka tajam, kenapa di situasi seperti ini harus ada arka juga? apa dia yang membawa Adara kesini? kenapa pula dia selalu ada buat Adara? segala mayungin gadisnya? itu membuat nya cemburu

"gue udah peringatin lo, Dika" batin arka

"babe, aku anterin kamu pulang yah"

"JAWAB!!" bentak Adara, ia muak dengan Dika yang malah mengalihkan pembicaraan

Ini Kisah Dika Adara [DIRA] - endCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang