"Thor jangan besok up nyaa, sekarang aja!"
Yaudah nih ya, fast respon banget aku anaknya, anjass🙌
HAPPY READING AND ENJOY!
👻👻👻
Beberapa hari setelah Oniel sadar, suasana di kamarnya terasa lebih ringan. Lulu, Olla, dan Jessi memilih untuk tidak membahas kecelakaannya atau hal-hal aneh yang mereka bicarakan sebelumnya. Mereka hanya berbicara soal sekolah, guru yang makin galak, tugas yang makin numpuk, dan gosip-gosip receh yang biasa mereka bahas dulu.
"Lo gak kangen disuruh maju ke depan pas gak ngerjain PR, Niel?" Olla menggoda, menyenggol bahu Oniel pelan.
Oniel mendengus, suaranya masih serak. "Lagian, gue emang jarang ngerjain PR."
Lulu tertawa sambil menggoyang-goyangkan kakinya. "Makanya koma aja, biar bebas PR."
Jessi langsung melotot. " Hush, astaga mulutnya!"
Oniel tersenyum kecil, sudah biasa dengan candaan seperti itu, tapi ada sesuatu di matanya. Ia merasa bersyukur mereka masih bisa bercanda seperti ini.
"Eh, itu guru Matematika kita makin galak loh. Kayaknya dia masuk mode 'End Game' sejak lo koma." Olla tertawa, seakan-akan baru saja membahas hal paling menarik di dunia.
"Serius? Dia masih dendam sama gue?" Oniel berusaha menimpali, meskipun kepalanya terasa penuh dengan pertanyaan lain.
Lulu mengangkat bahu. "Mungkin dia kecewa lo gak sadar lebih cepet, jadi gak bisa dihukum."
"Ini cerita hidup gue gak ada yang menarik kah? yang di ceritain, bagian dosa-dosa gue semua"
Olla berdecih. "Yee, fakta!"
"Eh, tapi kalau dipikir-pikir, lo enak banget loh, Niel." Olla menyilangkan tangan di dada, mukanya kayak lagi mikir keras.
"Enak dari mana?" Oniel menatap Olla curiga.
"Lo bisa tidur enam bulan tanpa harus bangun buat sekolah. Gue aja kalau tidur lima menit di kelas langsung diomelin."
Lulu ngakak. "Iya anjir, itu mimpi gue banget! Bangun-bangun tiba-tiba udah kena lulus otomatis."
Jessi terkikik, lalu tiba-tiba menepuk tangannya. "Tapi serius, Niel, lo tuh kayak di film-film. Bangun dari koma terus tiba-tiba lupa siapa diri lo—"
"Eh eh, kalo amnesia beneran gimana?" Lulu menyahut, mukanya mendadak serius.
Olla menepuk kepala Oniel pelan. "Niel, siapa nama lo?"
Oniel menghela napas. "Gausah mulai ya, gue gebug pala lo!"
Lulu menatap Olla dengan ekspresi dramatis. "Nah nah jati dirinya masih melekat, berarti belum parah."
"Tapi coba yang lebih susah," Olla menyeringai. "Niel, coba jawab pertanyaan gue, turunan dari 3x² + 5x - 7 itu apa?"
Gadis itu hanya bisa menghela nafas, bisa bisanya dia bertanya dalam keadaan seperti ini. Sudah tau Oniel benci matematika. "Lo beneran pengen gue koid atau gimana? baru sadar loh gue malah di bikin pusing lagi"
Jessi malah nyengir jahil. "Loh kita cuma mau mastiin, kalo lo gak bisa jawab, berarti ada kemungkinan otak lo kena benturan. Gesrek deh,"
"Mampus, tekanan batin baru bangun koma!" Lulu terlampau ketawa melihat muka resah Oniel.
Oniel memang tidak suka matematika, tapi dia juga gak suka kalo keliatan bodoh di depan teman-temanya. Dalam diam nya, Oniel berpikir keras, sementara yang lain menunggu sambil menahan tawa, tabiat ketua kelas blangsak ya kayak gini, aslinya jago tapi pura-pura blangsak aja biar masuk circle mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lintas Semesta ( END )
Mystère / ThrillerOniel bisa lihat hantu! Kemampuannya bukan menjadikan ia di jauhi banyak orang, alih alih kepo bagaimana cara kerja makhluk halus itu? Apakah kegiatan mereka sama seperti manusia pada umumnya? Ini bukan kisah romance. Ini kisah oniel yang mendapat...
