AGAR AKU NGGA LUPA, MAKA AKU UP CERITA INI SESEGERA MUNGKIN
daripada diem diem ilang di draft:)
HAPPY READING!
👻👻👻
Setelah teman-teman sekelasnya berpamitan pulang, Lulu mulai memperhatikan sesuatu yang aneh sejak awal. Ia melihat ada noda merah di baju Oniel, cukup mencolok, dan ia yakin bahwa gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu. Tidak tahan lagi, Lulu bertanya dengan tatapan serius.
"Lo lagi nyembunyiin sesuatu ya ke kita?"
Oniel hanya menjawab dengan nada santai, berusaha mengalihkan perhatian. "Nggak tuh."
"Boong," kata Lulu dengan yakin, tidak percaya.
Olla yang duduk di sebelah mereka ikut menanggapi, suaranya lebih lembut, namun tetap penuh perhatian. "Niel, lo tuh kalau ada apa-apa bilang. Papa lo udah ngehubungin belum?"
"Belum," jawab Oniel pelan, matanya menunduk. Dia tau sih papanya sesibuk itu.
Jessi, yang sejak tadi hanya diam, kini melipat tangannya dan menatap Oniel tajam. "Apa yang lo pikirin, sampe lo mimisan kayak gitu?"
Tiga temannya itu dengan mudah menyadari bahwa Oniel sedang menyembunyikan sesuatu. Oniel hanya terdiam, mulutnya terasa kering, seolah ada sesuatu yang mengganjal, tapi dia enggan mengungkapkan semuanya.
Lulu menunggu jawaban, wajahnya serius, tapi tetap ada rasa khawatir yang mengintip di matanya. Olla menyandarkan tubuhnya, menunggu dengan sabar, sementara Jessi tampak tak sabar untuk mengetahui lebih banyak.
Oniel menarik napas panjang, akhirnya membuka suara dengan suara yang hampir tak terdengar. "Gue kepikiran satu nama... lo pada kenal nggak sama siswi namanya Marsha?"
Ketiganya langsung menggeleng bersamaan. Nama itu tampak asing di telinga mereka, dan ekspresi mereka pun seolah mengisyaratkan ketidakpastian.
"Marsha?" Lulu mengulang, mencoba mengingat. "Nggak ada yang kenal, deh."
Jessi mengangkat bahu, matanya tampak bingung. "Gue juga nggak pernah denger."
Olla mengangguk pelan. "Gue juga."
Oniel mengerutkan kening, merasa ada yang aneh dengan perasaan ini. Nama Marsha terus terngiang di benaknya, seakan ada sesuatu yang dia lewatkan. Oniel terdiam lama, mendadak ragu menceritakan kejadian-kejadian yang pernah ia alami sebelumnya, rasa trauma itu masih ada, bagaimana jika keberadaan teman-temanya di sini justru hanya ilusi yang ia dambakan.
Gadis dengaan rambut coklatnya itu duduk di sebelah brankar Oniel, ya meskipun mulutnya yang sering kali nyablak, Olla paling tau perubahan diri Oniel. "Kalo lo udah siap buat cerita, gapapa cerita aja sekarang, kita tuh cuma gak mau lo terbebani sama pikiran-pikiran lo sendiri setelah bangun dari tidur panjang, gausah gak enakan meskipun kita kurang tau tentang beberapan pertanyaan lo itu, tapi seenggaknya lo bisa sedikit berbagi keresahan di otak lo agar nggak semakin penuh nantinya."
Kalimat Olla barusan langsung di setujui oleh Lulu dan Jessi, sementara Oniel meremat selimutnya rapat-rapat.
"G-gue, takut."
Lulu memicing heran kemudian memegang jemari Oniel. "Kenapa?"
"Gue bisa lihat arwah mengerikan, barusan gue nonton tv ada kecelakaan yang menyebabkan satu murid tewas, entah kenapa otak gue kayak lagi flashback sama satu nama, Marsha. Dalam mimpi gue Marsha meninggal bukan karena kecelakaan melainkan di bunuh ibunya sendiri. Terus banyak sekali kejadian yang sulit gue cerna satu per satu, salah satunya ketika gue bertemu makhluk aneh yang dengan bangga menghasut manusia sampai hopless ingin bunuh diri, mereka seolah-olah bisa mengendalikan dunia. Dan kalian...." Kalimat Oniel menggantung, nafasnya mendadak tercekat di tenggorokan. "Gue liat kalian.. mati mengenaskan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Lintas Semesta ( END )
Mystère / ThrillerOniel bisa lihat hantu! Kemampuannya bukan menjadikan ia di jauhi banyak orang, alih alih kepo bagaimana cara kerja makhluk halus itu? Apakah kegiatan mereka sama seperti manusia pada umumnya? Ini bukan kisah romance. Ini kisah oniel yang mendapat...
