Halo im back
Enjoy ya!
👻👻👻
"Gita" Panggil Indah ketika Gita hendak mengupas buah di atas piring.
"Nanti malam mereka akan mencari dimana ruangan Megantara."
Seolah tak peduli, Gita kembali melakukan aktivitasnya. "Mereka siapa?" Gita memasukkan buah mangga ke dalam mulut lalu menoleh penasaran ke arah Indah.
"Oniel."
Tampak tertarik Gita meletakkan buah tapi masih menggengam pisau kecil di tanganya. "Siapa yang menyuruhnya kesana?"
"Tidak tau yang jelas Oniel bisa saja menemukan Megantara dan melenyapkan kamu."
Tangan lentik Gita bergerak memainkan pisau tepat di bawah dagu Indah, ia tersenyum kecil namun tampak menyeramkan di mata Indah. Pisau tersebut sedikit menekan ke dalam melukai kulit leher Master Indah, apapun itu Indah tetap bersikap tenang.
Gita menarik pisaunya pelan kemudian melemparnya ke atas meja. "Kamu urus Megantara."
"Maksudnya?"
Gita tiba-tiba melempar kunci beserta liontin kecil disana, Indah semakin bingung apa yang Gita inginkan sebenarnya.
"Dengan dua benda itu kamu bisa bawa Megantara, mungkin terlihat mustahil tapi aku lebih hebat dari yang kalian kira, Kamu masih hafal mantra nya kan?"
Mungkin akan ada petaka besar setelah ini. Indah semakin larut dalam bayangan dendamnya.
👻👻👻
Rasanya air mata Oniel sudah habis terkuras, menyaksikan dua temanya tergeletak sudah tidak bernyawa, di sebelahnya ada Lulu yang tak sedikitpun mengangkat wajah, gadis itu sangat ketakutan namun tidak sedikitpun menangis, bukan karena tak punya empati namun keadaan Lulu saat ini masih terlalu shock.
"Gue harus gimana, Sha?" Nada Oniel memelas, sudah cukup frustasi menghadapi permainan Gita.
Marsha mengguncang bahu Zee sedari tadi tapi Makhluk itu nampak di kelilingi keraguan, tanpa mau menjawab pertanyaan Marsha.
"Gue tau lo bisa jawab pertanyaan gue! ayo jawab dimana Megantara!"
Zee hanya menoleh gugup membuat Marsha semakin tidak sabaran dan berakhir membentak Zee karena ikut empati menyaksikan bagaimana keadaan Oniel dan temanya itu. "Dia Manusia!! dia masih hidup Zee, kamu gak bisa egois kayak gini!"
"Lalu kamu pikir aku berhak mati?!"
Marsha menghela nafas sembari mengusak rambutnya kebelakang. "Dua temanya mati Zee, mati! bukanya kamu sendiri pernah merasakan bagaimana rasanya di tinggalkan, hah?! mereka masih muda!"
"Sha, tolong jangan paksa aku." Suara Master Zee sedikit memelan
"Oke kalo kamu gamau kasih tau dimana Megantara, aku yang akan cari sendiri!"
Zee segera menahan tangan Marsha yang akan pergi. "Ayo, ikut saya."
Pintu bernomor 48, Oniel melihat dengan jelas nomor itu, berarti tidak salah apa yang ia dengar kala ada sosok berbisik memanggilnya waktu itu, ternyata memang ada yang memanggilnya. "Di sini?" Tanya Oniel kepada Zee lantas Zee mengangguk kecil meyakinkan diri untuk mendorong kenop pintu.
"INDAH?!!" Suara Master Zee menggugah pergerakan cepat Oniel, ia ikut shock mendapati betapa mengerikanya Master Indah sekarang.
"Apa yang kamu lakukan?!"
Master Indah tersenyum licik, wajahnya lusuh dengan beberapa percikan darah di bagian tubuhnya, Oniel sontak menutup mulut rapat-rapat netra nya menyaksikan langsung bagaimana seorang lelaki merintih kesakitan tidak berdaya akibat perlakuan Indah.
Engga, gak mungkin itu perlakuan Master Indah kan?
Marsha mendorong bahu Zee pelan, menatap kedua mata Zee kecewa. "Kamu tau rencana dia kan? KENAPA KAMU NAHAN KITA?"
"Karna Indah bukan tandingan kamu!"
Sementara Oniel mencoba menahan air mata dengan nafas yang sudah sesak, melangkah maju menghampiri kediaman mereka, ia berjalan hati-hati supaya Master Indah tidak bertindak lebih jauh. "Letakan pisau itu.. saya mohon."
Indah semakin menodongkan pisaunya ke arah Oniel, Oniel semakin tidak tau apa yang ada di pikiran Master Indah hingga membuat kekacauan ini. Mengapa, apa yang salah? jika Oniel membuat kesalahan di masa lampau mengapa tidak bicara dari awal?
Oniel menoleh ke arah lain. "Papah.."
"DIAM!" Bentak Master Indah marah, tubuhnya bergetar emosional mendengar kalimat Oniel.
Pergerakan Zee menoleh ke arah Marsha dengan tatapan nanar. "Indah mempunyai penyakit yang tidak bisa di prediksi, dia akan sangat baik seperti malaikat penolong namun juga bisa menjadi iblis yang paling kejam di muka bumi"
Indah tampak sangat kualahan dengan dirinya sendiri, giginya bergemlatuk kuat dengan nafas memburu, satu tanganya merapatkan bilah pisau dengan kuat. Mata Indah berubah tajam seolah siap menyingkirkan siapapun yang akan menghalangi jalanya, dan ini adalah usaha terakhir yang ia bisa untuk melampiaskan semua rasa sakit yang pernah ia pendam selama ini. Oniel terisak kecil, menahan sesak di dadanya berusaha untuk tidak bergerak melawan Indah, sekujur tubuh Megantara sudah penuh dengan cairan merah pekat tapi matanya masih berusaha terbuka menyaksikan kehadiran Oniel.
"Oniel.. maafkan.."
"DIAM SIALAN!" Saut Indah frustasi, ia menyeringai lebar, memegang pisaunya erat, tapi tak lama setelah itu air mata Indah jatuh saat melihat Oniel di depanya dengan keadaan yang sudah berantakan. Indah mungkin sudah gila, kepalanya sudah sangat pusing untuk saat ini.
"Papamu sangat baik.. saya selalu terhibur di setiap kalimatnya.. benar, dia yang pernah menolong saya dulu, bahkan ketika orang tua saya hampir bercerai, saya selalu belajar bagaimana menjadi orang menakjubkan dengan mengandalkan ilmu yang dia punya tapi itu semua adalah petaka bagi saya! Dia diam-diam menyukai saya, membunuh ayah saya kemudian dengan bejat nya membuang saya ketika mama kamu tau dia melecehkan saya, dia mencoba kabur, memang benar saya yang mencoba membunuh dia tapi dengan biadabnya Zee menyembunyikan dia dan berusaha menghidupkan kembali sebagai ganti atas nyawanya. Kamu tau, sebesar apa rasa sakit yang saya alami ketika dia sudah saya anggap sebagai orang paling berharga setelah ayah saya, sekarang lihat dia menginjak-injak saya, dia juga yang membuat saya koma dengan memasukkan roh lain ke dalam tubuh saya dan berakhir tabrak lari, saya sekarat!! Megantara tidak pernah peduli, dia hanya berlindung di balik Zee karena depresi padahal Zee berniat lain atas papa mu. Papahmu telah menghancurkan hidup saya. Tujuan saya mendekati kamu ya karena saya ingin Megantara menyaksikan langsung bagimana putrinya ini sangat menderita!"
Suasan nampak sangat mencekam, hujan turun sangat deras di iringi suara petir menyambar di beberapa bagian. Oniel terpatung lama, ia sangat shock bagaimana papahnya bisa melakukan hal seperti itu. Air matanya tak henti jatuh, Oniel menutup telinganya sekuat mungkin, berulang kali ia memukul hingga menjambak rambut panjangnya karena sudah sangat lelah. Oniel menangis kejar bersimpuh di hadapan master Indah dengan perasaan bersalah.
"Bbunuh saya.." Suara gemetar Oniel sukses membuat Lulu mebelalakan mata.
"Bunuh saya.. bunuh saya.. bunuh saya.. AYO BUNUH SAYA!"
👻👻👻
EHEHE
NGAPAIN AJA YA SELAMA INI KOK BARU INGET ADA CERITA INI HEHE MAAPKAN🙏🙂
KAMU SEDANG MEMBACA
Lintas Semesta ( END )
Mystère / ThrillerOniel bisa lihat hantu! Kemampuannya bukan menjadikan ia di jauhi banyak orang, alih alih kepo bagaimana cara kerja makhluk halus itu? Apakah kegiatan mereka sama seperti manusia pada umumnya? Ini bukan kisah romance. Ini kisah oniel yang mendapat...
