Oniel memutuskan untuk pulang setelah menghadapi konflik yang cukup berat. Meskipun masalahnya belum sepenuhnya selesai, tubuhnya butuh istirahat saat ini. Namun, begitu membuka pintu rumah, ia merasakan sesuatu yang aneh.
Jendela terbuka. Pintu utama tidak terkunci. Keadaan rumah begitu sepi, seolah tidak ada satu pun ART atau satpam yang berjaga.
Oniel menyegerakan langkah masuk kedalam rumah, jantung Oniel berdegup semakin cepat.
Ada sesuatu yang tidak beres.
Ketika netranya menemukan sesuatu di dalam, sontak dirinya mundur beberapa langkah, menutup mulutnya rapat-rapat dengan perasaan menusuk yang langsung tembus mengenai jantungnya.
"Papah...?" suaranya hampir tidak keluar.
Tenggorokannya tercekat saat melihat darah mengotori kemeja pria itu, menyebar seperti luka yang tak terbendung.
Lak-laki itu tergletak tak berdaya.
Buru-buru, Oniel merogoh ponsel di saku. Jari-jarinya gemetar saat hendak menekan nomor darurat, namun layar ponselnya malah menampilkan puluhan panggilan tak terjawab dari ART, dan satu pesan
"Oniel, tolong..."
Dada Oniel sesak, kenapa harus dengan cara seperti ini? kenapa harus di depan mata putrinya sendiri. Tidak mungkun Bu Nabila kan? mereka sempat bertemu beberapa menit lalu.
Oniel menjatuhkan ponselnya ketika berhasil menghubungi kontak darurat agar segera datang. Kaki Oniel lemas di lantai, kepalanya tertunduk menangis kejar tanpa ada orang yang tau.
👻👻👻
Lulu menghampiri ibunya yang sibuk di depan laptop. Mereka jarang sekali bertemu di rumah, bahkan jika memungkinkan pasti sudah dalam keadaan lelah dan bersiap untuk tidur.
"Bun, gak capek ya kerja terus?."
Wanita paruh baya itu sedikit melonggarkan letak kaca matanya, lalu menoleh ke arah Lulu.
"Kenapa, tiba-tiba nanya gitu?."
"Bunda di rumah sakit udah kerja, masa di rumah kerja lagi." Keluh Lulu, tak sampai hati melihat ibunya kerja terlalu sering.
"Engga, ini bunda cuma lihat laporan pasien. Dia minta segera di pulangkan karena mau lihat sodaranya yang ada di penjara."
Lulu berpikir sejenak, dia langsung connect pada suatu hal.
"Nama pasienya?." Tanya Lulu to the point
"Asa Zee. Kenapa, kamu kenal?" Fokus ibunya kini menghadap Lulu sepenuhnya. "Dia pasien yang selamat dari kecelakaan, dan mau bersaksi kalau sodaranya gak salah, bunda gatau gimana maksudnya padahal akibat kecelakaan itu kan karena sodaranya sendiri yang meminum minuman terlarang, pasalnya juga dobel."
Tiba-tiba Lulu menggenggam tangan bundanya dengan lembut. Tersenyum kecil sambil sesekali menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Bun, boleh bantu aku nggak?."
Wanita yang di panggil bunda itu mengerjap sesaat. "Bantu apa?."
Lulu menghela nafas kecil. "Aku kenal sama Zee, di kenalin sama Oniel. Ceritanya panjang bun."
"Loh, bukanya Oniel korban dari kecelkaanya Zee ya?."
"Iya, tapi sebenarnya tuh mobil Oniel juga bermasalah waktu itu, dan sodara Zee itu di tipu sama bandar. Pokoknya ceritanya panjang bun, tadi dia cerita panjang lebar, sampai aku ngantuk."
KAMU SEDANG MEMBACA
Lintas Semesta ( END )
Mystery / ThrillerOniel bisa lihat hantu! Kemampuannya bukan menjadikan ia di jauhi banyak orang, alih alih kepo bagaimana cara kerja makhluk halus itu? Apakah kegiatan mereka sama seperti manusia pada umumnya? Ini bukan kisah romance. Ini kisah oniel yang mendapat...
