WEDEEGHHH TAMAT NIH GUYS???
HUHU, AYO PENCET BINTANGNYA, INI NARASINYA BANYAK
SIAP BERPISAH DENGAN PETUALANGAN INI?
HERE WE GO!!! HAPPY READING AND ENJOY♥️
____________________________
"ANGKAT TANGAN!."
Polisi datang? siapa yang melaporkan?.
Bu Nabila melipat kedua tanganya, dia sudah mempunyai feeling Kara akan memantau Oniel setiap kejadian besar terjadi. Mungkin jika Kara mengusik Megantara Bu Nabila akan diam, tapi jika itu menyangkut Oniel, Bu Nabila tak segan untuk ikut campur tangan.
Sorot mata Kara menelusuri setiap sudut tempat, saat polisi mulai memborgolnya ia dapat melihat Bu Nabila tersenyum miring disana. Wanita itu begitu manis jika di sekolah, tapi senyuman itu lebih mengerikan daripada iblis.
Kara bergumam kecil. "Pengkhianat..."
Waktu itu Bu Nabila yang menemukan Kara dalam keadaan tidak berdaya, sesekali membantu membiayai sekolah dari hasil memoroti uang dari ayahnya Oniel. Tidak ada yang tau rencana itu.
Bu Nabila menghasut Kara untuk membalaskan dendam kepada Megantara atas tindakan kejahatanya itu. Mobil yang di kendarai Oniel memang sempat ingin di sabotase Bu Nabila karena ia mengira mobil itu akan digunakan oleh Megantara. Sore nya kesalahan terjadi. Intruksi Bu Nabila di salah artikan oleh Kara, ia dengan kecerobohan dan amarahnya menyabotase mobil itu. Mungkin Bu Nabila masih peduli dengan Oniel tapi tidak dengan Kara.
Sejak kejadian itu terjadi, Bu Nabila selalu mengawasi Oniel selama koma, dia sedikit menjaga jarak dengan Kara karena takut Kara akan semakin lancang melaksanakan aksinya lagi. Bu Nabila tidak sebodoh itu di permainkan oleh anak-anak, meski sempat renggang dengan Kara ia mempunyai pendekatan sendiri untuk menghasut Kara membalaskan dendam.
Ya, seperti saat ayah Oniel tergeletak di lantai waktu itu. Bu Nabila ada di lokasi sesudah Kara melakukan aksinya dan Oniel buru-buru pergi meninggalkan rumah setelah mengetahui ayahnya terluka. Bu Nabila segera mengambil kesempatan untuk membebaskan beberapa ART Oniel dari gudang yang sempat di sekap oleh Kara, dengan begitu orang-orang di rumah Oniel akan percaya bahwa Bu Nabila adalah orang baik.
Oniel sesekali terbatuk, menghirup sebanyak apapun oksigen untuk mengisi paru-parunya. Langkah kaki Bu Nabila berlari kecil menghampiri Oniel. "Kamu gapapa?."
Oniel tak kunjung merespon, nafasnya masih tersenggal dengan pandangan menerawang ke atas. Bu Nabila mendadak panik menarik tubuh Oniel kedalam pelukanya.
"Dokter!"
Tangan Oniel menyentuh tubuh Bu Nabila pelan. "Bu.. saya nggak papa."
Kenapa reaksi dia berlebihan seperti itu?.
Oniel beringsut duduk, menatap wajah khawatir Bu Nabila sesaat namun perempuan itu tiba-tiba menangkup wajah Oniel, memeriksa bagian leher takut sesuatu yang fatal terjadi.
"Kamu beneran gak papa kan? gak ada yang luka lagi kan?."
Oniel mengangguk. "Saya nggak papa, Bu."
👻👻👻
CHAT GROUP
Olla : Ini grup sepi amat buset, Oniel dah 2 hari gak masuk, katanya sakit, lo udah gapapa nyet? @Oniel
KAMU SEDANG MEMBACA
Lintas Semesta ( END )
Mistério / SuspenseOniel bisa lihat hantu! Kemampuannya bukan menjadikan ia di jauhi banyak orang, alih alih kepo bagaimana cara kerja makhluk halus itu? Apakah kegiatan mereka sama seperti manusia pada umumnya? Ini bukan kisah romance. Ini kisah oniel yang mendapat...
