Vivian Zaline, seorang gadis yang terjebak dengan suaminya yang kejam. Ia mengalami KDRT di rumah tangganya. Setiap hari, ia memikirkan bagaimana caranya lari dan bersembunyi dari suaminya namun setiap ia ingin melarikan diri, suaminya selalu bisa m...
Setelah menyelesaikan sarapan, Vivian bergegas ke kamar untuk berganti pakaian.
Ia memilih gaun sederhana berwarna pastel dengan motif bunga kecil. Saat ia menatap dirinya di cermin, senyum lembut terukir di wajahnya.
Hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan.
Azka menunggu di ruang tamu, mengenakan kemeja rapi dengan lengan digulung hingga siku.
Saat Vivian keluar dari kamar, matanya berbinar melihat penampilan wanita itu.
"Kau selalu terlihat cantik," pujinya sambil meraih tangan Vivian dan mengecup punggung tangannya.
Vivian tersipu, lalu tersenyum manis. "Terima kasih, Azka."
Mereka pun berangkat ke taman bunga dengan mobil Azka. Sepanjang perjalanan, Vivian menatap keluar jendela, menikmati pemandangan kota yang perlahan berlalu.
Sudah lama sejak terakhir kali ia keluar seperti ini. Azka jarang mengizinkannya pergi sendiri, dan setiap kali mereka keluar bersama, ia selalu memastikan Vivian tetap dalam jangkauannya.
Setibanya di taman, Vivian langsung disambut oleh hamparan bunga berwarna-warni yang tertata rapi.
Angin sepoi-sepoi menerbangkan aroma manis dari bunga-bunga yang bermekaran.
"Indah sekali…" gumam Vivian, matanya berbinar penuh kekaguman.
Azka tetap menggenggam tangannya erat. "Kau suka?"
Vivian mengangguk bersemangat. "Sangat! Aku ingin berjalan-jalan sebentar."
Azka menatapnya sejenak sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah, tapi jangan jauh-jauh dariku."
Mereka berjalan menyusuri jalan setapak yang dihiasi bunga lavender di kedua sisinya.
Vivian sesekali berhenti untuk mengagumi bunga atau menghirup aromanya.
Wajahnya terlihat begitu damai, seakan-akan tidak ada beban di dunia ini.
Namun, tanpa sadar, langkahnya sedikit menjauh dari Azka.
Ia terlalu asyik menikmati keindahan sekitar hingga tidak menyadari bahwa genggaman tangan Azka terlepas.
Azka yang menyadari hal itu langsung tersentak. Matanya mencari sosok Vivian di antara pengunjung taman.
"Vivian?" panggilnya dengan nada waspada.
Vivian yang sedang berjongkok untuk menyentuh kelopak bunga segera menoleh. "Aku di sini, Azka!" serunya riang.
Azka berjalan cepat ke arahnya dan tanpa berkata apa-apa langsung menariknya ke dalam pelukan erat. Vivian terkejut, tapi ia tetap membalas pelukan itu.
"Kau membuatku cemas," bisik Azka di telinganya.
Vivian mengernyit bingung. "Aku hanya beberapa langkah darimu…"
Azka menghela napas panjang, masih tidak melepaskan pelukannya.
"Tetap di sisiku, Vivian. Aku tidak suka kehilanganmu dari pandanganku."
Vivian menatapnya dan mengangguk perlahan. Ia tidak sepenuhnya mengerti mengapa Azka begitu protektif, tapi ia tidak ingin membuatnya khawatir.
"Maaf, aku tidak akan pergi jauh lagi," ucapnya lembut.
Azka akhirnya tersenyum dan mengecup keningnya. "Good girl."
Mereka melanjutkan perjalanan di taman, kali ini dengan tangan Vivian yang selalu digenggam erat oleh Azka.
Meskipun Vivian menikmati keindahan bunga-bunga di sekelilingnya, ia merasa ada sesuatu yang berbeda—sesuatu yang tidak bisa ia pahami sepenuhnya.
Namun, seperti biasa, ia memilih untuk percaya pada Azka. Lagipula, selama ia di sisinya, semuanya terasa baik-baik saja.
•••
PROMOSI CERITA AUTHOR LAINNYA TERBARU BERJUDUL "SOULLESS DOLL" JANGAN LUPA UNTUK DIBACA DAN DIBERIKAN VOTE NYA
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BISA CEK DI AKUN AUTHOR DAN KLIK JUDUL "SOULLESS DOLL", HARAP SUKA DAN BERIKAN SARAN YANG BAGUS DAN SOPAN, TERIMAKASIH 🤍🤍