18

7.6K 398 9
                                        

40 menit berkendara, akhirnya mobil yang dikendarai Daniel dan Elvan telah sampai

Lalu keduanya turun dari mobil, kemudian menoleh ke arah pantai yang terlihat indah itu

Bagaimana tak indah coba? matahari yang terbenam di depan mata mereka itu, menampilkan cahaya yang amat indah di lautan dan menimbulkan kesan cantik bagi yang melihatnya

"Ayo kita ke sana" ucap Daniel dengan menunjuk ke arah laut ada di depannya itu sambil menarik pergelangan tangan Elvan

Sementara orang yang ditarik hanya diam saja sambil mengikutinya langsung Daniel

Sesampainya di pesisir pantai, Daniel dan Elvan melepas kedua sepatu mereka, lalu berlari ke arah laut sambil bermain air

Yang mana itu menimbulkan kesan kesenangan diantara mereka, terutama pada Elvan

Terlihat wajah Elvan, tak sedang menunjukan muka datar, melainkan muka senyum mengembang yang tak pernah dilihat oleh orang lain, terutama kepada Liona, Arvin, Kenzo dan Siregar, yang nyatanya mereka adalah adik/temannya

Daniel yang melihat senyuman mengembang di diri Elvan itu, tersenyum tipis

Namun ada yang membuat Daniel heran akan ekspresi yang Elvan tunjukkan kepadanya, yang mana itu membuat Daniel menimbulkan tanda tanya'???'

Setelah beberapa menit lamanya mereka bermain air akhirnya keduanya berhenti, lalu duduk di atas pasir sambil menatap sunset

Hingga ...

"Bang Daniel/Elvan" panggil kedua barengan, membuat keduanya terdiam sambil menoleh satu sama lain

Sampai ...

"Bicara lah" ucap Daniel angkat bicara dengan nada perintah, membuat Elvan tersentak sedikit

"Tidak! ... abang yang harusnya bicara" balas Elvan dengan ekspresi serius, membuat Daniel menghela nafas

"Apa yang membuat mu berekspresi datar ke orang lain, Elvan?" tanya Daniel, membuat Elvan menundukkan kepalanya

"Aku takut bang" jawab Elvan dengan tangan gemetar

"Takut! kenapa?" tanya Daniel

"Takut mereka jijik melihat ku berekspresi, bang" jawab Elvan, membuat Daniel mengeluarkan aura membunuhnya

"Siapa?" tanya Daniel dengan kalimat menekan, membuat Elvan menoleh ke arahnya

"Huh?" tanya Elvan

"Siapa yang membuatmu berpikir seperti itu, Elvan?" tanya Daniel sekali lagi dengan menekan seluruh kalimat yang ia ucapkan

"Em ... Daddy, mommy dan ketiga abangku, bang"

"Karena mereka yang ngatain aku menjijikan"

Jawab Elvan dengan menyebutkan alasan di balik sifatnya tersebut

Daniel yang mendengar jawaban tersebut pengen rasanya ketawa dan marah, namun ia tahan

"Bang Daniel! Apa aku tidak pantas diberi kasih sayang oleh mereka?"

"Jika ya, Kenapa? ..."

Tanya Elvan diakhir kalimatnya ketika akan semua yang kedua orang tua sekaligus ketiga abangnya katakan ke padanya

Selama ia tinggal satu mansion bersama mereka beberapa tahun yang lalu

"Elvan! Dengerin Abang ..."

"Kau bukan anak pembawa sial, juga bukan anak yang menjijikkan"

"Kau hanya salah memberi harapan kepada mereka, yang merupakan orang tua dan ketiga abangmu"

"Karena mereka hanya mementingkan ego mereka, dari pada perasaan anak/adik mereka sendiri"

Transmigrasi: Dion or DanielTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang