Sunyi, keheningan yang menyesakkan bagai bayangan gelap yang menelan jiwa. Dalam setiap gerakan yang terjadi, mata tajam mengawasi seperti serigala mengintai mangsa, membuat dadaku terhimpit oleh beban tak terkatakan.
Pagi hari tepat setelah sarapan selesai, aku harus menjalani sidang dadakan yang menentukan nasibku. Setelah semalam ditemukan dalam keadaan tidak terduga, langsung saja aku mendapatkan penanganan medis yang intensif.
Karena sudah larut malam, aku langsung tidur. Kelelahan dan rasa sakit yang kurasakan membuatku tak bisa menunda istirahat lebih lama lagi. Bangun pagi, sekujur tubuhku merasakan sakit yang luar biasa menyengat, jauh lebih parah dibandingkan saat awal aku terluka. Seolah-olah ada yang menusuk-nusuk dari dalam.
Nyatanya, mereka sengaja meninggalkan rasa sakit meskipun itu bisa disembuhkan. Mereka mengatakan untuk bahan renungan, agar aku menyadari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi.
Saat ini, aku mengenakan gaun ringan dan sederhana ungu pastel di bawah lutut, dengan lengan pendek berbentuk lebar. Terdapat hiasan renda halus di leher, dan tali di pinggang yang diikat pita.
Selendang kain berwarna ungu tua polos melingkar di sekitar bahu. Satu-satunya aksesori penambah adalah perban yang menutupi luka di beberapa bagian; lengan dan tangan, kaki serta tubuh lainnya. Bahkan, tak luput di wajah yang terlihat luka robek di pipi dan sudut bibir, memar ungu kebiruan di dahi, juga lebam merah di dagu.
Sedari awal aku terus menunduk karena tidak berani mengangkat kepala, dan menautkan jari-jari dalam keadaan gugup. Tekanan mereka membuatku merasa seperti sedang berdiri di hadapan hakim penghukuman pelaku kejahatan besar, dengan empat pasang mata emas dan sepasang manik biru yang terus menatapku dingin nan tajam.
Duduk di sofa ruang tamu kamarku, dihadapanku ada tiga Tuan Muda Ackerley, di samping kanan ada Tuan Duke, dan sebelah kiri duduk Putra Mahkota. Duke serta para Tuan Muda Ackerley menatapku dingin dan tajam, sedangkan Putra Mahkota menatap tertarik dengan segaris senyum tipis di bibir, nampak di wajahnya suasana yang cerah berseri.
Dia duduk dengan kaki bersilang, nampak senang menyaksikan pertunjukan spektakuler yang tengah berlangsung di sekelilingnya. Putra Mahkota memang belum kembali, dan entah dapat angin dari mana, dia bisa masuk ke dalam sidang keluarga Ackerley itu.
"Irish Lyn Ackerley, apa lagi yang kau lakukan? Kau masih belum puas terluka?" tanya Duke, suaranya menggema seperti dentuman gong yang terjatuh, penuh penuntutan dan menghakimi.
Tersentak, seluruh gerakanku terhenti. Punggung meremang dan dingin menjalar seketika. Panggilan lengkap, ini pertanda buruk.
Aku mendongak, namun segera menunduk lagi, takut tatapan tajam mereka yang membuatku tidak berdaya. Ini bukan salahku, salah si Iblis dan Shauni, tapi aku terlalu takut untuk menjelaskan. Seperti kawat berduri yang mengikat leherku, panik membuatku tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
"Kau tidak ingin menjelaskan, Irish?" kali ini Maxime yang bersuara. Dan demi setiap kata yang diucapkannya, terdengar sangat dingin, tidak urung wajahnya yang datar seakan terbuat dari pahatan es.
Aku ingin, tapi masih bingung dan bimbang harus memulai dari mana, tanganku pun semakin erat bertaut, merasakan dinginnya ketegangan yang menyelimuti ruangan.
"Tatap dan jawablah, Irish!" Duke semakin geram. Matanya membelalak dan suaranya bergetar dengan emosi yang terpendam, meskipun dia sudah berusaha keras menekan ledakan emosi itu. Kesabaran masih dipertahankannya demi Irish yang justru membisu.
Aku langsung mendongak dan duduk lebih tegak saat mendengar perintah yang mengarah pada amarah. "Aku bisa jelaskan semuanya," jawabku segera, bibirku bergetar dan mataku panas oleh embun yang terasa di pelupuk mata, karena merasa sangat takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Part Of Mine [END]
FantasyOrrin Nara, gadis berusia 18 tahun, merasa hidupnya tak pernah beruntung. Ditinggalkan oleh Ibu dan kakak laki-laki satu-satunya, dia terpaksa tinggal bersama ayahnya yang seorang penjudi, pemabuk, dan sering melakukan kekerasan. Luka fisik dan ment...
![Part Of Mine [END]](https://img.wattpad.com/cover/364889847-64-k29975.jpg)