"Hahh... Melelahkan,"
Tidak ada tanda aktivitas, terdengar keluhan dalam keheningan ruangan yang kelabu. Hembusan nafasnya terdengar berat, seolah mengusung seluruh beban di dunia.
"Kau tahu itu, Phi?"
Mendongak, kutatap langit-langit kamar yang berbeda dari kamarku. Dari ingatan terakhirku, kamar ini tetap tidak mengalami perubahan, masih terasa suram dan dingin.
Aku lelah, pikiranku sangat berisik. Demi kenyamanan diri, aku menyandarkan punggung yang berat oleh beban ini ke sofa yang empuk nan mahal. Berharap kegundahanku dapat terserap dan ternetralkan menjadi kekayaan.
[ Ya, Master! ]
"Dan kau tidak memperingatiku?"
[ Saya tahu Master mampu, jadi saya tidak mengatakan apapun! ]
"Apa itu layak untuk pujian, Phi?"
[ Maaf, Master! Namun, ini tidak dapat diperdebatkan! ]
"Dia ada, dikatakan legenda dan kuat, namun tidak berguna!"
[ Tolong jaga pikiran anda Master, saya dapat mendengarnya! ]
"Hahh...!" lelah, aku tidak sanggup lagi untuk menyanggah. "Baiklah, sekarang katakan semua yang kau ketahui! Semua, kau paham?!"
[ B-baik, Master! ]
• • • •
Buruk, ini sangat buruk. Tak pernah kusangka akan seperti ini jadinya. Kini, tanggung jawab ini terasa mengekang dan membebani. Aku tidak yakin, semua menaruh harapan. Namun, aku begitu takut gagal, mengecewakan semua orang yang kujaga. Aku tahu pemikiran ini tidak akan berakhir baik, namun tetap saja muncul di luar kendaliku.
Menyedihkan, kenapa aku berpikir seakan dunia berakhir esok hari, ini bukan aku. Tapi, aku akan melakukan semampuku, sebab tidak sekali aku pernah merasakan kematian.
Saat ini, aku pindah ke kamar Duke setelah kamarku terkena ledakan maha dahsyat. Mengenai hal itu, salahkan saja Arallia.
Setelah kejadian itu pula, banyak terjadi perubahan. Dan perubahan paling mencolok adalah iris mataku yang berganti warna setelah menerima kekuatan dari Arallia. Ya, tidak akan ada yang mengira bahwa peristiwa di luar nalar itu bisa terjadi. Namun sekarang, itu bukan lagi sesuatu yang tidak mungkin, karena akulah bukti nyata-nya.
Untuk kekuatan, mungkin jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. Dan kini, aku menyadari arti warna emas pada percobaanku bersama Phi dahulu, itu adalah sihir cahaya. Kekuatan itu sudah ada, hanya karena Arallia, sihir itu bangkit.
Namun, di tengah semua perubahan ini, Duke dan lainnya semakin bersikap posesif. Kesempatan untukku keluar terasa semakin mustahil. Kata-kata mereka adalah, dunia luar sangat berbahaya.
"Lyn, apa kau baik-baik saja?"
"Mengejutkan! Kenapa Duke tiba-tiba muncul di sampingku? Aku tidak mendengar suara apapun sebelumnya!"
Duke bertanya setelah duduk dengan tenang dan tidak disadari kehadirannya oleh Irish yang terjebak dalam lamunannya. Dengan hati yang penuh keraguan, ia berniat menemui Irish. Ingin mengungkapkan sesuatu yang selama ini mengganggunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Part Of Mine [END]
FantasíaOrrin Nara, gadis berusia 18 tahun, merasa hidupnya tak pernah beruntung. Ditinggalkan oleh Ibu dan kakak laki-laki satu-satunya, dia terpaksa tinggal bersama ayahnya yang seorang penjudi, pemabuk, dan sering melakukan kekerasan. Luka fisik dan ment...
![Part Of Mine [END]](https://img.wattpad.com/cover/364889847-64-k29975.jpg)