* * *
Kita tinggalkan perdebatan para lelaki yang tidak memiliki kekasih itu, mereka sangat rusuh. Dan tidak ada manfaat yang bisa kita ambil dari percakapan mereka.
Mari kita menilik ke tempat yang lebih tenang dan damai. Di tempat Irish, dia tidak tidur seperti yang diperintahkan padanya namun terlihat sibuk merencanakan sesuatu.
"Apa benar harus seperti itu, Phi?"
Aku masih duduk di tempat semula, dan berhadapan dengan Phi di meja yang menatapku serius.
[ Benar, Master! ]
"Tapi, aku tidak bisa menghilangkan semua lukaku sekarang. Mereka akan curiga nantinya!" menghela nafas dalam-dalam, aku terjebak dalam kebimbangan.
Frustasi melanda karena keterbatasan ini. Apa yang harus aku lakukan? Pikiran itu terus melintas di benakku setelah beberapa kejadian di luar nalar yang mendatangiku.
Kini aku telah sadar, bahwa yang selalu setia mencintai dan mengikutiku bagai bayangan adalah masalah. Ya, dialah masalah yang sering menerjangku dari berbagai arah, tak kenal waktu, dan tidak melihat kondisi tempat atau pun suasana.
[ Tetap saja, Anda harus dalam keadaan sehat dan energi yang stabil untuk dapat menggunakannya! ]
"Tidak bisa, Phi! Itu terlalu lama," aku kembali mendongak dan menatap Phi. Karena perasaanku bergolak, tanpa sadar aku meninggikan suara. "Dan sekarang sudah tidak ada waktu lagi!"
[ Hah..! Saya mengerti kekhawatiran Anda, Master. Tapi, saya menceritakan segalanya bukan untuk anda seperti ini. Tolong jangan memaksakan diri sendiri, atau saya akan menyesal! ]
Mendengar kalimat bijak Phi, aku tercenung, jiwaku seolah terhenti sejenak. Meski tidak biasa, ada kebenaran yang tidak bisa diabaikan dalam kata-katanya.
"Aku mengerti! Dan meski hati ini bergetar, aku sudah memutuskan. Aku siap menghadapi segala konsekuensi, betapa pun beratnya itu!"
[ Itu ba-Tunggu! Anda tidak akan melakukannya, bukan? ]
Panik, Phi kelabakan menyadari bahwa sang Master telah memilih jalan berbahaya.
"Phi, aku harus! Aku tidak punya pilihan. Lebih dari sekedar diriku, ini menyangkut nasib seluruh alam!" terangku mencoba menjelaskan situasi mendesak ini agar dapat diterima oleh Phi.
"Aku tidak bisa berdiam diri mengabaikan takdirku, dan menyerah pada nasib begitu saja!" gejolak emosi ini telah menguasaiku sepenuhnya, hingga bicaraku tercekat. "Kau... kau akan membantuku, bukan?"
Menatap kesungguhan dalam mata sang Master, Phi menghela nafas berat. Hatinya bergetar antara dukungan dan keraguan.
Namun, dia adalah makhluk legendaris yang suci, agung, berdedikasi dan loyal. Dengan tekad yang bulat, dia menyanggupi pilihan sang Master dan berkomitmen untuk terus mendampinginya.
[ Baiklah. Saya adalah Phoenix sang cahaya, saya ada untuk membantu anda! ]
* * *
Beberapa hari terakhir, kesibukan melanda berbagai tempat di kerajaan. Salah satunya adalah ruang rapat, di mana meja panjang dan kursi-kursi berjajar rapi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Part Of Mine [END]
FantasyOrrin Nara, gadis berusia 18 tahun, merasa hidupnya tak pernah beruntung. Ditinggalkan oleh Ibu dan kakak laki-laki satu-satunya, dia terpaksa tinggal bersama ayahnya yang seorang penjudi, pemabuk, dan sering melakukan kekerasan. Luka fisik dan ment...
![Part Of Mine [END]](https://img.wattpad.com/cover/364889847-64-k29975.jpg)