PROLOG

21.2K 719 2
                                        

"Akhh... Apa yang terjadi?" kataku, mencoba untuk duduk sambil memegangi kepala yang berdenyut nyeri dan berputar-putar. Penglihatanku pun samar, seakan dunia ini tenggelam dalam kabut.

Aku mencoba menggali ingatan tentang apa yang terjadi sebelumnya, namun hasilnya nihil, tidak ada jejak memori yang dapat aku pegang. 

Siapa aku? Dari mana asalku? Dan, berapa umurku? Yang tersisa hanyalah potongan-potongan ingatan kecil, sebuah serpihan yang paling dasar dari kehidupanku. Awalnya, aku bersikeras untuk menggali lebih dalam, namun akhirnya menyerah. Bukannya menemukan jawaban yang kuinginkan, malah sakit kepala yang kudapatkan.

Sekiranya penglihatanku membaik, aku tertegun sejenak ketika menyadari tempat di mana aku berada saat ini. Dengan perlahan, aku mengedarkan pandangan, mencoba menelisik sekeliling yang terasa sangat asing. Yah... Meskipun ingatanku kosong, instingku tetap berbisik mengatakan bahwa tempat ini adalah wilayah yang tidak pernah aku pijak sebelumnya. 

Aku mencoba berdiri dan melihat sekitar. Sepanjang pandangan membentang, semuannya dipenuhi oleh bunga-bunga yang sangat cantik dan harum. Berbagi jenis bunga bermekaran—apakah itu lavender, dandelion, krisan dan... bunga apa lagi itu? Sungguh, ini adalah pemandangan yang sangat memanjakan mata.

Mungkin, jika bukan karena ingatanku yang kabur akan kondisi ini, dengan senang hati aku akan menikmati semua keindahan ini, dan merasakan ketenangan yang seolah menjadi hal terindah yang paling kuinginkan selama ini. Ketenangan.

Aku menutupkan mata, hanyut dalam suasana ini untuk sejenak, hanya sejenak. Keheningan yang damai, tempat indah dan harum, ditambah dengan pelukan hangat dari cuaca cerah yang tidak dingin dan tidak panas.

Namun, ketenangan yang begitu menggetarkan jiwa ini, terasa terlalu sepi, membangkitkan rasa waspada dalam diriku. Aku penasaran, bagaimana mungkin aku bisa berada di sini. Dan sejauh mata memandang, hanya aku seorang yang mengisi ruang ini, bahkan tidak ada seekor pun hewan yang berlalu-lalang, seolah alam turut merasa enggan mengganggu keheningan yang kudapati.

"Apa aku bermimpi?" gumamku pada diri sendiri.

"Apa itu mungkin? Tidak, tidak! Itu juga tidak mungkin. Jika ini memang mimpi, kenapa aku tidak ingat apapun? Aku juga merasa ini sangat nyata." aku terus bergelut dengan pikiranku sendiri, merenungkan keanehan yang sedang aku alami ini.

"Apakah itu hal yang wajar kau terbangun di tempat antah-berantah, tanpa membawa kenangan hidup? Apakah aku sudah mati sekarang dan... dan ini di surga? Yah... Benar. Setidaknya pemikiran itu terdengar lebih masuk akal." putusku pada akhirnya, meyakinkan diri sendiri agar tidak panik, setidaknya untuk dapat berpikir jernih tentang apa yang terjadi saat ini dan bagaimana mengatasinya.


.
.
.
.
.
.
.
.
.


This is my first story. My own story.
So, hope you enjoy it! >_<●_●.




8March2024

Part Of Mine [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang