39

884 34 0
                                        


🔅🔅



Tepat saat dua bulan merah bertemu, langit Alteria dibayangi kegelapan. Sang Raja abadi Iblis, memimpin pasukannya yang dipenuhi makhluk-makhluk menakutkan.

Monster berbagai jenis berbaris di bawah kuasanya. Goblin berwajah serigala, yang mampu mengubah diri menjadi bayangan, menyerbu maju dengan tombak tajam dan perisai logam hitam.

Di samping mereka, Troll berlengan panjang mengendalikan tanah, memegang gada raksasa yang siap menghancurkan. Basilisk bersayap hitam, dengan mata merahnya, bersiap menghembuskan racun mematikan.

Di langit, Wyvern bersayap dua terbang bebas dengan ekor berbisa yang mematikan. Minotaur berbadan banteng, dengan tanduk tajam dan pedang besar, bersiap menyerang.

Sementara itu, Chimera, monster mengerikan berbadan singa dengan kepala ular dan tanduk kambing, mengguncang jiwa dengan aumannya. Golem berbadan batu, mengandalkan kekuatan tubuhnya, bergerak maju, setiap langkahnya menggetarkan tanah di sekitarnya.

Makhluk bersayap empat meluncur dari atas, menunggu momen tepat untuk menyerang. Di belakangnya, monster hitam besar dengan mata merah menyala dan gigi tajam, mencengkeram tanah dengan kuku panjang dan langkah berat, siap menghancurkan apa pun yang menghalangi.

Dari kegelapan, mereka muncul dengan kekuatan yang menakutkan. Suara auman dan hembusan maut menggema, memacu ketakutan. 

Sebagaimana informasi yang telah diterima, enam puluh ribu pasukan pemberontak berbaris rapi, siap untuk bertempur.

Mereka adalah pasukan yang terdiri dari berbagai elemen, pasukan bayaran rakus dan tidak memiliki belas kasihan, budak yang dipaksa untuk berperang, pasukan musuh yang telah diperalat, serta kelompok orang-orang yang terhasut. Mereka semua dipersiapkan untuk menghancurkan kerajaan, dengan senjata tajam dan hati penuh kebencian.

Dalam sekejap, Kerajaan Alteria berubah menjadi neraka. Api berkobar di setiap sudut, memenuhi kota dengan kepulan asap tebal putih kelabu dan bau daging terbakar yang menyengat. Adegan itu kian menambah kengerian suasana.

Teriakan korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan terus bergema di udara. Sementara suara ledakan dan dentuman senjata membuat tanah bergetar, menciptakan kenangan yang akan tersimpan ulang menjadi sebuah trauma.

🔅

Setelah ribuan tahun peperangan, pertarungan antara cahaya dan kegelapan kembali berkobar. Di perbatasan yang porak-poranda, berdiri gadis cahaya, Irish, dengan pedang cahaya di tangannya. Ia berhadapan langsung dengan Raja Iblis, Azazel, dalam duel penentuan nasib dunia.

Persiapan yang matang telah dilakukan, kini saatnya bagiku untuk menemui takdir yang sudah tertulis dan harus aku jalani. Kesiapan fisik dan emosional telah aku persiapkan sedemikian rupa sebelumnya.

Meski demikian, aku tetap tahu bahwa pertarungan melawan Azazel tidak akan mudah. Korban rakyat telah diatasi, namun ketegangan di udara semakin meningkat, dan aku harus siap menghadapi serangan yang jauh lebih ganas.

Di tengah kekacauan, saat ledakan menggema di sekeliling, aku menatap Azazel dengan tekad bulat. "Kau harus berhenti, Azazel. Kegelapanmu akan menghancurkan semuanya!" dengan itu, aku melancarkan serangan pertama. Pedang cahaya yang dipenuhi aura sihir, terus menyala terang di tanganku. Pedang itu menghujam ke arah Azazel.

Namun, serangan itu dapat Azazel hindari dengan lincah dan gesit. Aura gelap menyelimuti tubuhnya, dia balas menyerang dengan semburan energi hitam yang menggelegar, jarak serangannya luas dan merusak sekitar.

Part Of Mine [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang