18

5.3K 363 0
                                        

Aku menutupkan mata berharap bisa istirahat meski sejenak. Berkat keposesif-an Duke dan tiga putranya, kereta kuda yang kunaiki menjadi aman dari goncangan dan terasa hangat.

Bantalan kursinya empuk, ada bantal bila ingin tidur, buku untuk mengusir bosan, juga teh dan berbagai macam camilan bila lapar. Bahkan segala jenis obat-obatan bila sewaktu-waktu terluka. Padahal hanya pergi sebentar, persiapannya seperti akan pergi berhari-hari.

Memikirkan Lady Hulbert yang mungkin bisa jadi seorang teman, aku benar-benar membawa teh darinya.

Mencoba tidur, kurasakan perasaan yang tidak enak. Aku yakin, firasatku selama ini tidak pernah salah. Menepis perasaan yang mungkin saja 'kali ini' salah, aku mencoba untuk berpikir positif. Ada Nolan dan beberapa penjaga yang selalu siap bila ada bahaya. Sekarang aku lelah, dan perjalanan masih jauh, jadi, akan lebih baik kalau aku mengisi tenaga yang sempat terkuras.

Bruak—!! Brukk—!

"Arghh....!!!"

Baru akan menyelami mimpi, firasat burukku benar terjadi. Terkejut, aku reflek berteriak, dan semua terjadi begitu cepat. Dapat aku rasakan jantungku yang berdegup tidak normal. Saat sedang tidur tenang, tiba-tiba ada hantaman keras yang mengenai kereta kuda. Sial, ada apa ini? Apa yang terjadi? Aku mencoba untuk bangun karena kereta kuda sempat oleng dan aku terjatuh.

Sakit, tubuhku sakit seperti dihantam dengan keras. Pusing kurasakan karena tiba-tiba terbangun. Penglihatanku pun mendadak menjadi kabur. Tiba-tiba, kurasakan hangat di kepala mengalir turun, aroma anyir pun langsung tercium. Meraba dan kulihat tanganku bergetar dengan cairan merah menempel. Ya, benar, kepalaku mengeluarkan darah.

Terdengar suara ribut dari luar, tubuhku gemetar merasa sakit dan gelisah. Membuka jendela, kulihat Nolan tengah bertarung melawan kumpulan orang berbaju hitam memakai penutup wajah. Mereka... Bandit? Perampok? Mungkin keduanya. Mereka kurang lebih sepuluh orang.

"Nona, tetaplah di dalam dan jangan keluar. Saya akan membereskannya secepat mungkin!" ujar Nolan saat berada di dekat kereta kuda tanpa mengurangi kewaspadaannya.

Boomm—!!

Asap tebal memenuhi udara begitu ledakan terdengar. Aku langsung menutup jendela, antisipasi gas beracun.

"Uhuk-uhuk! Huaghh!!" Nolan terbatuk parah, dan segera, dia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.

"Sial, ini pelumpuh syaraf!" ujar Nolan dalam batin.

Melirik kusir yang telah tewas, ada beberapa penjaga bayangan yang turut membantunya. Mereka juga sama keadannya dengan dia. Apa yang digunakan oleh para bandit? Mengapa mereka tidak terpegaruh asap itu?

"Hahaha! Menyerahlah!" ujar salah seorang dari bandit itu. Tubuhnya kekar, tinggi, dan berotot. Total dia memegang dua pedang dengan satu pedang di masing-masing tangannya.

"Bos, lihat! Sepertinya dia mengawal orang penting, penjaganya tangguh!" ujar kawannya yang sedikit lebih gemuk dan botak, dia membawa pisau sabit di tangannya.

"Tangguh? Hahaha! Tapi kenapa tidak bisa bergerak, ha? Hahaha!!"

Yang dipanggil bos tertawa diikuti yang lain. Mereka mirip pasien rumah sakit jiwa daripada bandit. Memang apa yang lucu?

Berusaha menyembuhkan diri, namun tidak sepenuhnya berhasil. Mungkin asap tadi penyebabnya dan tidak sengaja terhirup olehku. Kurasakan tubuh yang semakin melemah, pemulihan juga lambat.

Tiba-tiba, ada yang membuka pintu kereta kuda dan menarikku keluar.

"Akhhh!! Sshh....!!" merintih pelan, kurasakan sakit dan terkejut. Tubuhku belum siap merespon gerakan yang tiba-tiba, aku pun terseret.

Part Of Mine [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang