Beberapa hari sudah berlalu, kehidupanku beberapa hari ini berjalan seperti biasa. Tidak ada sesuatu berarti yang terjadi sejak Gracie ketahuan mencontek waktu itu. Tugas tambahan yang menjadi hukuman dari Bu Gita juga sudah kutuntaskan dengan baik, terburu-buru dan sulit namun bisa kulewati dengan baik.
Malam ini juga berlangsung seperti biasa dengan tugas-tugas kuliah yang banyak dan harus aku selesaikan secepatnya. Meski tak dikejar deadline namun aku bukanlah tipe orang yang suka menunda-nunda tugas, sehingga aku akan mengerjakan maupun mencicil tugas kapanpun aku sempat. Sejak pulang kuliah aku sudah mulai mengerjakan tugas, beberapa tugas yang seharusnya masih dikumpul minggu depan namun aku kerjakan sekarang agar tidak terulang kembali kejadian seperti Gracie waktu itu. Karena bila hal ini terjadi pada Gracie, mungkin di lain waktu aku lah yang bisa lupa mengerjakan tugas.
Grace
Oi oi, udah kerja in tugas Pak Ananto?
Aku yang baru membaca pesan dari Gracie setelah ia mengirimnya satu jam yang lalu, merasa bersalah dan buru-buru membalas.
Will
Baru setengah sih, baru aja selesai buat tugasnya
Grace
Jangan lupa dilanjut
Will
Kamu kali? Hahaha
Grace
Ungkit terus! >.<
Will
Hahaha
Kamu udah?
Grace
Udah kok, nih liat
gambar terkirim
Ia mengirimkan sebuah pesan gambar, aku membukanya dan melihat ia yang tengah berfoto selfie dengan jempol terangkat dan wajah yang menempel pada keyboard laptop. Di belakang kepalanya terdapat layar monitor dan terlihat ia tengah membuka aplikasi untuk menulis di laptopnya, berisikan tugas yang sudah ia ketik meski sedikit susah aku baca karena tertutup oleh kepalanya. Aku terkejut karena ia mengirimkan foto tersebut, namun yang lebih membuatku terkejut adalah karena Gracie yang terdapat di foto itu. Ia terlihat menggemaskan, cantik dan menggemaskan. Sangat menggemaskan kalau aku boleh memujinya lebih lagi. Wajah tanpa make up, senyum manis dengan gingsul yang terlihat, juga mata yang bulat itu, sungguh cantik sekali. Aku tak pernah menyangka kalau Gracie juga memiliki wajah natural yang cantik seperti ini, aku jarang bertemu dengannya di homestay selain ketika akan kuliah. Jantungku berdebar, rasa yang aneh sekali. Aku sadar, sepertinya aku tersenyum sendiri saat melihat foto tersebut.
Will
Narsis banget ya selfie haha
Grace
Loh, wajar aja imut
Harusnya kamu yang makasih karena dikirim pap sama orang cantik malam gini
Will
Siap, imut banget si cantik emang
Grace
Hahaha, awas aja kalau kamu simpan ya!
Seperti bisa membaca pikiran, ia menangkap basah diriku yang menekan tombol simpan pada foto tersebut. Aku terkekeh karena Gracie menebak dengan begitu tepat kalau aku tengah menyimpan fotonya. Tak ada maksud apapun, aku hanya ingin menyimpan foto itu. Mungkin untuk meledeknya di lain waktu? Bisa saja.
Will
Aku mau cari makan, lupa daritadi nugas
Grace
KAMU SEDANG MEMBACA
Homestay48
FanfictionLiam, seorang pemuda yang memulai hidup barunya dengan tinggal di sebuah Homestay "Helisma". keadaan kuliahnya membuat ia harus memilih tinggal jauh dari orang tua. Tinggal di tempat baru dengan suasana baru justru membuat hidup Liam dipenuhi banyak...
