Bagaikan tengah berada di sebuah mimpi jorok setelah menonton film dewasa sebelum tidur, hal wajar yang sering terjadi pada remaja-remaja yang sedang di masa panas-panasnya akan hormon yang melonjak. Begitupun diriku sekarang, bedanya adalah yang tengah terjadi adalah sebuah kenyataan.
"Ce...?!" aku panik, bingung harus berbuat apa sedangkan gadis di depanku sedang tersenyum cuek.
Handuk di tanganku jatuh, seharusnya handuk tersebut aku serahkan padanya tanpa harus bersusah-susah kembali ke kamar mandi. Tetapi, gadis itu kini berada di depanku dengan senyum di wajahnya seakan cuek dengan keadaannya. Ya, gadis itu telanjang bulat tanpa busana dan tubuh basah karena baru saja mandi.
Aku terpaku, tentu bukan hanya karena kecantikan dirinya yang membuatku terpana. Namun tubuh indahnya yang membuatku mematung, kalau boleh jujur hanya ada satu bagian pada tubuhku yang bereaksi dan itu adalah kejantananku. Bagaimana tidak, tubuh telanjangnya menjadi santapan mataku. Rambut basah kuyup yang memberikan kesan berantakan namun seksi, tubuh yang masih basah oleh air yang membuat dirinya terlihat mengkilap, wajah tanpa make up yang dibasahi air memberikan kesan sensual dan menggoda.
Tubuhnya sempurna, kulit putih mulus tanpa cela, wajah manis yang semakin menarik dengan tahi lalat di bawah mata yang menjadi daya tarik tersendiri, bibir merah muda merekah yang tipis dan natural. Aku menelan ludah semakin pandanganku turun menyusuri tubuhnya, leher kurus dan jenjang yang seksi, diperkuat oleh ceruk bahu, tulang selangka yang tercetak, bahu yang kecil, lengan yang juga kecil, serta dada yang mulus. Semua itu memberikan keindahan tambahan bagi tubuhnya yang sudah begitu indah oleh payudara kecil yang bulat seperti puding, dengan puting merah muda yang mungil bagai ceri senada warna bibirnya. Fiony memiliki perut yang kurus ramping namun tidak berotot sehingga terlihat kenyal meski ramping bagaikan idol korea. Tak hanya perutnya, pinggangnya juga ramping kecil. Semua itu diperindah oleh pusar yang kecil dan bentuknya sempurna.
"Handuknya jatuh Liam!" ucapnya, menyadarkanku dari lamunan dan pandangan mata yang terkunci pada tubuhnya.
"Eeh... oh iya Ce" balasku salah tingkah, aku mencoba mengalihkan pandanganku dari tubuhnya.
Tentu tak mungkin Fiony tidak menyadari bahwa mataku sejak tadi menikmati keindahan tubuhnya, namun ia nampak tak peduli dan kini memeluk tubuhnya sendiri sambil menunduk tepat di bawah kakiku. Semakin deg-degan kurasakan, kini aku bisa melihat seluruh tubuh bagian belakangnya.
Glek
Aku rasa, suara menelan ludah bisa terdengar jelas pada kamar yang hening di waktu malam ini. Mataku membelalak tak mengedip saat melihat punggungnya yang begitu mulus tanpa cela, aku semakin meyakini bahwa tubuhnya memang indah dan sempurna. Begitu pula dengan keindahan yang berada di bagian bawah tubuhnya, begitu sempurna bentuk bokong yang bulat untuk tubuhnya yang kurus. Aku tak menyangka ia memiliki bokong kenyal dan pinggul yang sedikit besar bila di-ratio-kan dengan tubuh kurusnya, membuat diriku menyadari kalau dosen ini memiliki tubuh yang seksi.
"Dosen" gumamku dalam hati.
Bagaimana bisa, aku sedang berada di kamar seorang dosen di tempatku berkuliah, dengan dirinya yang sedang bertelanjang bulat seusai mandi. Kejadian ini bisa menjadi masalah besar di kampus bagiku juga bagi Fiony bila ada yang menyaksikan. Skandal besar di kampus yang tidak akan disangka-sangka oleh orang, seorang murid baru bersama dengan seorang dosen di dalam kamar homestay berduaan dalam keadaan telanjang.
"Kotor tau handukku!" ujar Fiony sambil mengambil handuknya, lalu menutupi tubuhnya dengan handuk di depan mataku.
"Dingin, aku udah kedinginan tau... kamu lama banget ambilin handuk aja!" ujarnya lagi, Fiony sudah mengangkat tubuhnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Homestay48
FanfictieLiam, seorang pemuda yang memulai hidup barunya dengan tinggal di sebuah Homestay "Helisma". keadaan kuliahnya membuat ia harus memilih tinggal jauh dari orang tua. Tinggal di tempat baru dengan suasana baru justru membuat hidup Liam dipenuhi banyak...
