Homestay48 : 15

4.1K 140 9
                                        


Kathrina diam, namun aku merasakan tangannya menyentuh pahaku yang masih tertutup celana cargo pendek yang aku kenakan. Aku mengangkat kepalaku sedikit dan melihat padanya yang ternyata tengah tersenyum nakal ke arahku.

"Need help?"

Kembali teringat kejadian waktu itu bersama Kathrina. Aku tidak menjawab dan tidak menolak, sehingga Kathrina dengan santainya memegang tepi celanaku. Tanpa lagi menunggu tanggapan, Kathrina dengan cekatan menanggalkan celanaku dengan mudahnya. Dalam beberapa saat saja aku sudah tidak memakai pakaian di bagian bawah lagi, penisku yang belum terbangun kini terbuka dan bisa merasakan udara dingin dari AC.

Kathrina terkekeh sambil memainkan penis yang masih menyusut. "Kecil gini kalau on fire kok bisa kyak pentungan sih..."

"Ugh... Kathrin..."
"Coba ah..."

Tanpa menunggu sampai penisku terbangun, Kathrina melahap penisku dan menghisapnya. Masih dalam keadaan menyusut namun Kathrina mengemut dan menjilatinya. Aliran darahku mengalir deras merasakan geli yang terasa pada penisku, perlahan-lahan membuatnya terbangun dan membesar. Kathrina masih melahap penisku yang lama-lama membesar, ia mengulumnya dengan gemas dan tatapan yang nakal padaku.

"Puaaah..."

Sampai akhirnya penisku membesar sempurna, Kathrina langsung melepaskan penisku dari mulutnya karena tidak sanggup menampung seluruhnya. Ia mengambil nafas lalu mengulum penisku kembali saat sudah dalam kondisi terbaiknya.

"Oooh Kath!"
"Ooogghh ooghh oogghh oogghh oogghh ssllpp ssslllppp"

Kulumannya dalam tempo sedang, mengulum naik turun kepalanya pada penisku. Meski dalam posisi duduk menyamping dan tubuh yang condong ke arahku namun Kathrina tetap mengulum penisku dengan nikmat. Aku sendiri hanya mampu setengah berbaring, terkadang sambil merapikan rambut Kathrina yang tengah mengulum penisku. Liur-liurnya membasahi penisku sepanjang ia menghisapnya.

"Puuaaah aahh..."

Kuluman Kathrina kembali terlepas, sebenarnya aku yang memintanya untuk berhenti karena ingin memperbaiki posisi kami di atas kasur. Sekarang aku berbaring di atas kasur dengan Kathrina yang merangkak naik ke atas kasur. Sambil mendekatiku, ia melepaskan jersey basket yang ia kenakan dan melemparnya sembarang. Memperlihatkan tubuh ramping dengan bahu dan dada bidang yang membuat tubuhnya begitu seksi. Pinggang yang ramping, perut yang rata dan berotot kencang, serta payudara tertutup tubetop hitam yang membulat berukuran sedang tersebut kini menjadi pemandangan indah mataku. Gadis itu kembali menuju penisku, mulutnya membuka dengan lidah menjulur yang langsung menyapa kepala penisku dengan jilatan lembut disana.

"Slllppp slllpppp mmpph... sslllppp"

Kembali jilatan demi jilatan Kathrina lakukan pada penisku yang tegang maksimal, gadis itu menjilatinya bagaikan es krim yang akan meleleh karena panas. Menjilati dengan cepat tanpa menyisakan satu bagian pun yang tidak tersapu oleh benda lunak dan basah tersebut. Sensasi basah dan geli yang menjalar dari penis sampai ke tubuhku membuatku meremas sprei dengan kuat, menahan kenikmatan luar biasa yang membuat syaraf-syaraf di tubuhku menjadi sensitif.

"Cuuph... cuph..."

Ia memberikan dua kecupan yang membuatku bergidik geli, bibirnya yang eksotis dan kenyal tersebut membuat kepala penisku berkedut kegelian. Tangannya juga tak tinggal diam, mengocok batang kejantananku sepanjang Kathrina memuaskan penisku dengan mulutnya. Ia berhasil membuatku merem melek hanya dengan kuluman nikmatnya. Aku jadi ingat bahwa aku pernah kalah hanya dengan kuluman nikmat yang Kathrina lakukan, ia sangat hebat dalam memanjakan pria.

"Ssslllppp ssllllppp ssllllppp"

Sisi penisku mendapat perlakuan yang sama, dijilat oleh Kathrina di sisinya. Lidahnya juga menyusuri sisi bawah penisku, menjilatnya sampai kakiku berjengit. Dari pangkal sampai atas, sisi bawah penisku ia jilat naik dan turun sampai eranganku keluar.

Homestay48Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang